Selasa, 20 November 2012

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF HOMESCHOOLING

1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah hal yang penting dalam hidup ini. Dengan pendidikan kita bisa balajar banyak hal. Kita dapat melakukan kreatifitas-kreatifitas. Kita juga dapat mencetak sebuah pribadi yang cerdas, mandiri, dan berwawasan. Hidup kita akan menjadi gelap tanpa ada pendidikan. Hidup tanpa pendidikan membuat seseorang tidak mengerti makna hidup, tidak mengerti tujuan hidup, dan buta akan segalanya.
Kleis (1974) berpendapat sebagai berikut.
pendidikan adalah sejumlah pengalaman yang dengan pengalaman itu, seseorang atau kelompok orang dapat memahami sesuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami. Pengalaman itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang atau kelompok dengan ligkunganya. Interaksi itu menimbulkan proses perubahan (belajar) pada manusia dan selanjutnya proses perubahan itu menghasilkan perkembangan (defelopment) bagi kehidupan seorang atau kelompok dalam lingkunganya.
Sehingga pendidikan adalah sebuah pengalaman yang mampu membuat kita mengerti tentang beberapa hal. Pedidikan membuat kita belajar tentang banyak hal yang ada di lingkungan sekita kita. Pendidikan juga mampu menambah pengalaman hidup kita. Sehingga kita mampu memaknai setiap peristiwa yang ada di sekitar kita.
Kini kita telah mengetahui ada banyak alternatif pendidikan untuk anak. Mulai dari pendidikan yang formal, non-formal, hingga informal. Sehingga membuat sebagian orang tua bingung dalam memilih jalur pendidikan yang terbaik untuk anak mereka. Para orang tua tentu menginginkan anak mereka mendapatkan pendidikan yang terbaik dan menjadi seorang anak yang mampu memiliki pengetahuan yang bermanfaat. Mereka juga akan memilih jalur pendidikan yang mereka anggap terbaik untuk anak mereka.
Coombs (1973) menjelaskan pengertian pendidikan formal, non formal, dan informal sebagai berikut.
Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, berstruktur, bertingkat, berjenjang, dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf denganya; termasuk ke dalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan profesional, yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.
Pendidikan informal adalah proses yang berlagsung sepanjang usia sehingga setiap orang memperoleh nilai, sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari, pengaruh lingkungan termasuk didalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga, hubungan dengan tetanga, lingkungan pekerjaan, dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media masa.
Pendidikan non formal ialah setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis, di luar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakanbagian penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu didalam mencapai tujuan belajarnya.
Dengan banyaknya pilihan jalur pendidikan yang ada di Indonesia ini tentunya membuat sebagian orang tua bingung untuk memilih jalur yang terbaik untuk anak mereka. Saat ini yang terlihat paling banyak diambil oleh para orang tua adalah jalur pendidikan yang formal. Seperti sekolah-sekolah milik negara maupun swasta. Namun, disamping itu juga banyak jalur pendidikan yang lain. Misalnya saja lembaga-lembaga privat, homeschooling, pendidikan anak usia dini, pendidikan kesetaraan (paket A, paket B, dan paket C). dan lain sebagainya.
Saat ini ada orang tua yang kecewa dengan pendidikan formal seperti sekolah-sekolah. Mereka tidak puas dengan sistem yang dimiliki sekolah-sekolah formal. Seperti sekolah formal yang terlalu memfokuskan pada nilai rapor dan tidak memfokuskan pada kehidupan dan kemampuan siswa-siswanya.
Di sekolah-sekolah pada umumnya banyak anak-anak yang menyontek agar memiliki nilai rapor yang baik. Anak menjadi cenderung berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai rapor yang baik. Sehingga disaat anak-anak berambisi mendapatkan nilai yag tinggi namun tidak diikuti dengan kemauan dan kemampuan, maka mereka mulai melakukan kecurangan-kecurangan agar mendapatkan nilai yang tinggi. Hal inilah yang membuat sebagian orang tua merasa kecewa dengan pendidikan yang ada di sekolah formal.
Ada sebagian orang tua yang merasa tidak puas dengan sistem pengajaran di sekolah formal mencari jalan pendidikan lain yang mereka anggap lebih baik dan mampu membimbing anak mereka menjadi lebih baik. Pendidikan yang mampu menambah pengetahuan anak dan tidak hanya untuk mendapatkan nilai saja. Para orang tua tentunya menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak mereka. Sehingga mereka mencari dan memilih pendidikan yang terbaik untuk anak mereka.
Dengan banyaknya jalur pendidikan yang ada di Indonesia mampu membuat para orang tua leluasa memilih jalur pendidikan yang mereka anggap terbaik untuk anak mereka. Seperti halnya homeschooling. Homeschooling saat ini sudah menjadi istilah yang tidak asing lagi bagi kita. Homeschooling merupakan jalan pendidikan lain selain pendidikan formal. Homeschooling merupakan sekolah rumah. Homeschooling merupakan pendidikan yang dilakukan di luar sekolah-sekolah formal.
Yuliawati (2009) menyatakan bahwa “homeschooling (sekolah rumah) adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orang tua atau keluarga dan proses belajar mengajar pun berlangsung dalam suasana yang kondusif”. Homeschooling adalah sekolah rumah. Homeschooling adalah sebuah sarana pembelajaran yang dilakukan sendiri dan diluar sekolah formal.
Homeschooling bisa disebut dengan sekolah mandiri. Sekolah yang mendidik anak secara terpusat dan membimbing anak sesuai dengan nilai-nilai yang ingin dikembangkan. Berbeda dengan sekolah-sekolah formal pada umumnya. Sekolah-sekolah formal pada umumnya terdiri dari banyak siswa dengan satu atau dua guru. Namun homeschooling terdiri dari hanya satu, dua, atau hanya beberapa siswa. Homeschooling dapat dibimbing dengan satu guru, banyak guru, atau bahkan tanpa seorang guru. Homeschooling adalah sebuah sarana pembelajaran, hanya saja siswa tidak pergi ke sekolah seperti siswa yang balajar di sekolah pada umumnya. Homeschooling sering dianggap sekolah yang cenderung individual. Namun pada dasarnya semua jenis pendidikan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Demikian juga dengan homeschooling. “Pandangan homeschooling memberikan pengertian luas kepada setiap orang untuk lebih mengekspresikan keinginan dan kemampuan dalam menimba ilmu, tidak hanya di lingkungan yang dinamakan sekolah. Bahkan kesempatan mendapatkan ilmu yang lebih juga memiliki peluang besar sejalan dengan perkembangan pendidikan” (Yuliawati , 2009).
1.2 Rumusan Masalah
  1. Apakah dampak positif dari homeschooling?
  2. Apakah dampak negatif dari homeschooling?
  3. Apakah persamaan dan perbedaan homeschooling dibandingkan dengan sekolah pada umumnya?
  4. Faktor apa yang membuat orang tua memilih homeschooling untuk pendidikan anak mereka?
1.3 Tujuan
Makalah ini ditulis bertujuan untuk lebih memahami apa saja kelebihan dan kekurangan dari homeschooling. Sehingga peserta didik maupun orang tua mendapatkan pertimbangan akan mengambil jalur pendidikan yang mana. Orang tua bisa membandingkan homeschooling dengan jalur-jalur pendidikan yang lain.
Makalah ini dituliskan untuk menambah wawasan orang tua maupun pendidik tentang jalur pendidikan yang ada di Indonesia serta sebagai bahan pembanding dengan jalur-jalur lain yang ada saat ini. Sehingga orang tua mampu memilih jalur pendidikan yang mereka anggap terbaik untuk anak serta mengetahui peranan-peranan penting kita dalam mendidik anak dan upaya-upaya apa saja yang perlu diperhatikan untuk pendidikan anak. Setelah mengetahui dampak positif dan negatif dari homeschooling, orang tua dapat mempertimbangkan apakah homeschooling adalah jalur pendidikan yang cocok untuk anak mereka.
Untuk mengetahui apa persamaan dan perbedaan homeschooling dengan sekolah pada umumnya serta mengetahui faktor apa yang menyebabkan orang tua memilih homeschooling sebagai sarana pendidikan untuk anak.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Dampak Positif Homeschooling
Telah kita ketahui sebelumnya bahwa homeschooling adalah sekolah rumah yang cukup berbeda dengan sekolah-sekolah formal pada umumnya. Homeschooling adalah sekolah yang dilakukan di rumah atau langsung pada lingkungan yang ada. Homeschooling biasanya dilakukan dengan jumlah siswa yang tidak banyak. Homeschooling mendidik langsung pada obyek dan kenyataan yang ada dalam hidup. Lebih jelasnya adalah dengan obyek kehidupan yang nyata yang bisa langsung dirasakan atau dilihat oleh peserta didik.
Pendidikan homeschooling ini adalah sarana pendidikan yang mandiri. Pendidikan yang mengupayakan peserta didik belajar secara aktif dan memiliki pengendalian diri. Peserta didik mampu memiliki kepribadian yang tangguh, akhlak yang mulia, dan keterampilan-keterampilan yang diinginkan dan dibutuhkan oleh peserta didik serta masyarakat. Homeschooling ini merupakan pendidikan yang dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan anak dan keluarga. Karena dengan sistem pengajaran yang terpusat pada seorang siswa, pembimbing mampu dengan mudah memahami karakter anak dan mampu membuat strategi-strategi yang sesuai untuk anak. Hal ini dilakukan agar anak mampu menerima dan memahami sebuah pelajaran dengan seksama. Jika seorang anak tidak memahami dengan apa yang diajarkan pendidik, anak bisa langsung menanyakan atau bahkan mencari tahu apa yang dimaksud oleh pendidik. Dengan demikian seorang anak mampu memahami secara mendalam tentang pelajaran tersebut dan pengetahuan tersebut dapat melekat dalam pribadinya.
Nadhirin (2008) berpendapat sebagai berikut.
Metode pembelajaran tematik dan konseptual serta aplikatif menjadi beberapa poin keunggulan homeschooling. Homeschooling memberi banyak keleluasaan bagi anak didik untuk menikmati proses belajar tanpa harus merasa tertekan dengan beban-beban yang terkondisi oleh target kurikulum. Setiap siswa homeschooling diberi kesempatan untuk terjun langsung mempelajari materi yang disediakan, jadi tidak melulu membahas teori. Mereka juga diajak mengevaluasi secara langsung tentang materi yang sedang di bahas. Bahkan bagi siswa yang memiliki ketertarikan di bidang tertentu, misalnya Fisika atau Ilmu alam, diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengadakan observasi dan penelitian sesuai ketertarikan mereka.Beberapa keunggulan lain homeschooling sebagai pendidikan alternatif, yaitu karena sistem ini menyediakan pendidikan moral atau keagamaan, lingkungan sosial dan suasana belajar yang lebih baik, menyediakan waktu belajar yang lebih fleksibel. Juga memberikan kehangatan dan proteksi dalam pembelajaran terutama bagi anak yang sakit atau cacat, menghindari penyakit sosial yang dianggap orang tua dapat terjadi di sekolah seperti tawuran, kenakalan remaja (bullying), narkoba dan pelecehan. Selain itu sistem ini juga memberikan keterampilan khusus yang menuntut pembelajaran dalam waktu yang lama seperti pertanian, seni, olahraga, dan sejenisnya, memberikan pembelajaran langsung yang kontekstual, tematik, dan nonscholastik yang tidak tersekat-sekat oleh batasan ilmu. Homeschooling juga memberikan metode pembelajaran yang lebih bebas, dimana anak didik tidak harus bersekolah dan jauh dari orangtuanya, serta bebas menggunakan sarana pembelajaran sendiri. Yang terpenting dalam adalah penanaman sikap mental belajar sehingga anak didik bisa belajar dengan cara mereka sendiri serta belajar dari siapa saja dan apa saja. Anak didik bisa belajar membuat rumah kepada tukang bangunan, belajar mengolah sawah kepada petani, belajar memerah susu kepada peternak sapi, belajar berjualan kepada pedagang, tanpa harus terikat tempat dan waktu.
Peserta didik homeschooling bisa lebih mandiri karena anak didik cenderung belajar sendiri dan menemukan sesuatu sendiri dengan bantuan pendidik. Peserta didik mencari tahu segala sesuatu yang ingin diketahuinya. Peserta didik memilih apa yang disukainya dan apa yang tidak disukainya.
Peserta didik bisa memiliki potensi yang lebih besar, karena dia tidak terikat dengan standar-standar sekolah yang diatur oleh pemerintah. Di homeschooling peserta didik lebih bebas berkreasi, karena peserta didik dapat melakukan apa yang dia inginkan yang tentunya itu adalah mendidik peserta didik tersebut dan mampu menambah wawasan peserta didik.
Dengan cara kerja homeschooling yang mendidik siswa untuk mandiri, berkreatifitas tinggi, dan mempelajari kehidupan yang secara langsung, maka siswa bisa lebih siap terjun kedalam dunia nyata. Hal ini karena peserta didik memperoleh sebuah pelajaran yang secara langsung menyangkut kehidupan sehari-hari.
Homeschooling ini cenderung membuat peserta didik mampu menyesuaikan diri dengan orang yang lebih tua dan cenderung terlindungi dari pergaulan bebas atau pergaulan yang tidak sesuai dengan norma, karena peserta didik belajar tidak dengan banyak orang. Peserta didik lebih tertutup dengan pergaulan diluar sana. Peserta didik belajar secara individu dan tidak terkontaminasi dengan kehidupan bebas di luar sana. Peserta didik mampu menyesuaikan diri dengan orang yang lebih tua dari diri mereka, karena di dalam pembelajarannya peserta didik lebih banyak berkomunikasi dengan orang-orang yang lebih tua dari mereka untuk menambah pengetahuannya sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Selain itu homeschooling ini bersifat ekonomis. Dapat disesuaikan dengan kemampuan keluarga. Karena segala biaya dan kebutuhan diatur oleh keluarga itu sendiri, sehingga keluarga dapat menentukan apa saja yang mereka perlukan.
Homeschooling tidak menuntut orang tua untuk serba tahu. Karena pembelajaran homeschooling dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Anak dapat belajar tentang sesuatu yang ingin diketahuinya dengan mencari tahu hal tersebut sendiri maupun dengan bantuan orang lain.
Nadhirin (2008) berpendapat sebagai berikut.
Metode homeschooling ada tiga jenis. Pertama, homeschooling tunggal, kemudian homeschooling majemuk yang terdiri dari dua keluarga, dan yang terakhir homeschooling komunitas.
1. Homeschooling tunggal adalah homeschooling yang dilaksanakan oleh orang tua dalam suatu keluarga tanpa bergabung dengan lainnya. Dalam hal ini orang tua terjun langsung sebagai guru menangani proses belajar anaknya, jika pun ada guru yang didatangkan secara privat hanya akan membimbing dan mengarahkan minat anak dalam mata pelajaran yang disukainya. Guru tersebut bisa berasal dari lembaga-lembaga yang khusus menyelengarakan program homeschooling, contonya adalah lembaga Asah Pena asuhan Kak Seto. Lembaga ini mempunyai tim yang namanya Badan Tutorial yang terdiri dari lulusan berbagai jenis profesi pendidikan.
2. Homeschooling majemuk adalah homeschooling yang dilaksanakan oleh dua atau lebih keluarga untuk kegiatan tertentu sementara kegiatan pokok tetap dilaksanakan oleh orang tua masing-masing.
3. Sementara homeschooling komunitas adalah gabungan beberapa homeschooling majemuk yang menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok (olah raga, seni dan bahasa), sarana/prasarana dan jadwal pembelelajaran. Dalam hal ini beberapa keluarga memberikan kepercayaan kepada Badan Tutorial untuk memberi materi pelajaran. Badan tutorial melakukan kunjungannya ke tempat yang disediakan komunitas.
Dweehan (2009) mengemukakan tentang kelebihan homeschooling sebagai berikut.
  • Lebih memberikan kemandirian dan kreativitas individual bukan pembelajaran secara klasikal.
  • Memberikan peluang untuk mencapai kompetensi individual semaksimal mungkin sehingga tidak selalu harus terbatasi untuk membandingkan dengan kemampuan tertinggi, rata-rata atau bahkan terendah
  • Terlindungi dari tawuran, kenakalan, NAPZA, pergaulan yang menyimpang, konsumerisme dan jajan makanan yang malnutrisi.
  • Lebih bergaul dengan orang dewasa sebagai panutan.
  • Lebih disiapkan untuk kehidupan nyata.
  • Lebih didorong untuk melakukan kegiatan keagamaan, rekreasi/olahraga keluarga.
  • Membantu anak lebih berkembang, memahami dirinya dan perannya dalam dunia nyata disertai kebebasan berpendapat, menolak atau menyepakati nilai-nlai tertentu tanpa harus merasa takut untuk mendapat celaan dari teman atau nilai kurang.
  • Membelajarkan anak-anak dengan berbagai situasi, kondisi dan lingkungan sosial.
  • Masih memberikan peluang berinteraksi dengan teman sebaya di luar jam belajarnya
2.2 Dampak Negatif Homeschooling
Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Demikian juga dengan pendidikan anak. Tidak ada yang mampu memeberikan pendidikan yang selalu berdampak positif. Setiap jalur pendidikan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena, itu kita tidak bisa menilai bahwa jalur-jalur tertentu adalah jalur yang selalu baik dan tidak memiliki dampak yang negatif. Sehingga orang tua hanya bisa memilih jalur yang mereka anggap terbaik untuk mereka dan anak mereka.
Selain memiliki kelebihan, homeschooling juga memiliki kekurangan. Misalnya peserta didik dari homeschooling ini harus memiliki komitmen yang kuat antara siswa dengan pendidik tentang apa yang akan dipelajarinya, waktu-waktu dalam pembelajaran kapan saja, sarana-sarana apa yang ingin disediakan, situasi apa yang diinginkan, metode seperti apa yang disenangi peserta didik, dan lain sebagainya. Salah satu kekurangan yang paling menonjol dari homeschooling adalah anak tidak bisa bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.
Selain itu dalam homeschooling sangat menuntut peran orang tua dalam mendidik anak. Tanpa ada dukungan orang tua, pendidikan anak akan terasa percuma. Orang tua perlu memperhatikan karakter anak, perkembangan dari anak, dan keinginan anak. Hal ini bertujuan agar orang tua mampu berperan dengan baik dalam perkembangan anak.
Dalam homeschooling, orang tua tentu cenderung melindungi buah hatinya. Namun perlindungan orang tua yang cenderung berlebihan ini justru membuat anak menjadi sulit dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Anak akan memiliki kemampuan yang terbatas dalam menyelesaikan masalah-masalah sosialnya yang tidak dipikirkan sebelumnya, karena anak kurang memiliki pergaulan dengan anak-anak yang seusianya, dan dia telah terbiasa memiliki perlindungan lebih dari orang tuanya.
Nadhirin (2008) menyatakan bahwa “kekurangan yang tidak bisa kita pungkiri adalah kurangnya interaksi dengan teman sebaya dari berbagai status sosial yang dapat memberikan pengalaman berharga untuk belajar hidup di masyarakat. Kemungkinan lainnya anak didik bisa terisolasi dari lingkungan sosial yang kurang menyenangkan sehingga akan kurang siap nantinya menghadapi berbagai kesalahan atau ketidakpastian.”
Dengan adanya interaksi dengan orang yang lebih tua saja, membuat anak menjadi sulit dalam bersosialisasi dengan orang yang seusianya. Anak hanya mampu berinteraksi baik dengan orang yang lebih tua darinya namun tidak mampu berinteraksi dengan baik dengan teman-teman sebayanya.
Anak menjadi tidak mampu bekerja dalam tim karena kecenderungannya yang bekerja secara individu. Anak telah dididik secara mandiri dan secara individu membuat anak menjadi susah dalam bekerja sama. Anak hanya memiliki pergaulan dengan orang tua atau pembimbingnya saja. Homeschooling membuat anak tidak memiliki wawasan yang luas dalam artian si anak menjadi kurang pergaulan. Karena anak tertutup dengan pergaulan yang bebas diluar sana.
2.3 Persamaan dan Perbedaan Homeschooling dengan Sekolah pada Umumnya
Homeschooling dan sekolah pada umumnya memiliki beberapa kesamaan. Beberapa kesamaan itu antara lain adalah sama-sama sebuah sarana pendidikan yang bertujuan untuk mendidik anak, homeschooling dan sekolah pada umumnya sama-sama sebuah media pembelajaran, homeschooling dan sekolah pada umumnya sama-sama mengantarkan anak pada tujuan pendidikan yang ingin dicapainya.
Selain itu homeschooling dan sekolah-sekolah umum juga memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut antara lain adalah:
  • Apabila sistem yang ada disekolah cenderung memiliki standar-standar tertentu sedangkan pada homeschooling cenderung disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keluarga tersebut.
  • Di sekolah umum  lebih berpedoman pada kurikulum, namun homeschooling tidak berpedoman pada kurikulum, melainkan lebih disesuaikan denan kondisi keluarga yang ada.
  • Jadwal belajar di sekolah telah ditentukan dan sudah mutlak, namun jadwal belajar homeschooling adalah fleksibel. Jadwal belajar homeschooling dapat diatur sesuai dengan kesepakatan anak dan orang tua maupun pembina homeschooling.
  • Pada sekolah umum, guru memiliki tanggung jawab atas peserta didik. Para orang tua memberikan kepercayaan kepada guru pembina. Sedangkan pada homeschooling orang tua bertanggungajawab sepenuhnya atas anak. Orang tua harus selalu berpartisipasi dalam pendidikan anak.
  • Pada sekolah, peran orang tua dalam membimbing anak cemderung tidak maksimal, karena pendidikan sekolah dijalankan oleh sistem dan guru. Sedangkan pada homeschooling peran orang tua sangat penting, karena peran orang tua juga sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak.
2.4 Faktor-Faktor Orang Tua Memilih Homeschooling
Orang tua tentu memiliki alasan khusus dalam memilih homeschooling untuk anak mereka. Diantaranya adalah para orang tua kecewa dengan pendidikan formal. Mereka menganggap bahwa pendidikan formal gagal mendidik anak mereka. Pendidikan sekolah formal yang selalu memprioritaskan nilai rapor siswa. Bahkan masalah politik pun juga menjadi faktor orang tua yang lebih memilih homeschooling. Banyak mafia peradilan di sini. Seperti pembohongan dan penipuan.
Permasalahan biaya juga menjadi faktor orang tua memilih homeschooling. Pendidikan homeschooling ini lebih ekonomis, karena mereka sendiri yang mengatur segala keperluan-keperluan dalam pendidikan. Dan mereka bisa berhemat disini. Biaya yang dikeluarkan untuk keperluan homeschooling tergantung pada keadaan ekonomi keluarga. Apabila orang tua tidak memiliki biaya yang cukup, maka orang tua bisa mengeluarkan biaya yang sehemat mungkin namun tetap dengan pendidikan yang semaksimal mungkin.
Selain itu para orang tua juga melihat dari segi orang-orang yang telah berhasil dalam hidupnya. Ada banyak tokoh yang berhasil dengan belajar secara mandiri. Tokoh-tokoh yang berhasil itu kebanyakan belajar langsung dari kehidupan. Belajar dengan media nyata berupa kehidupan-kehidupan yang dijalani mereka.
Sumardiono (2008) menyatakan sebagai berikut.
Ada 11 alasan mengapa orangtua memilih homeschooling, dan hampir
semua alasan ini ada dalam riset yang telah dilakukan di Amerika, alasan
yang berbeda adalah adanya faktor melihat kesuksesan keluarga lain
sebagai inspirasi untuk melakukan homeschooling, serta ingin
meyekolahkan anak ke luar negeri. Faktor melihat pada kesuksean keluarga
homeschooling lain, tidak didapati dalam riset di Amerika karena
kebudayaan bangsa kita yang bersifat kolektip (collectivistic cultures).
Tiga alasan yang terbanyak dijawab orangtua dari 11 alasan tersebut
adalah sebagai berikut:
• Orangtua merasa bertanggung jawab terhadap pendidikan anak dan ingin
agar hubungan dengan anak lebih dekat. Pada dasarnya orangtua
menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Keinginan untuk
bertanggung jawab dalam kehidupan anak inilah yang membuat orangtua
ingin berkorban lebih, terutama dalam hal ini adalah pendidikan. Lewat
homeschooling ini orangtua mengharapkan dapat mempererat hubungan
orangtua dan anak, karena waktu dengan anak bertambah banyak.
• Penekanan kepada pendidikan iman, pembentukan karakter dan nilai-nilai
agama yang sesuai. Hal ini didorong oleh kurangnya pendidikan agama,
nilainilai moral dan karakter di sekolah formal. Ada pula sekolah formal
(negeri) yang hanya mengajarkan 1 agama dan mengharuskan semua anak
mengikuti pelajaran agama yang tidak sesuai dengan agama mereka. Hal ini
mendorong
orangtua melakukan homeschooling karena tidak ada pilihan sekolah yang
sesuai dengan keyakinan mereka.
• Tidak setuju dengan kurikulum di sekolah formal (diknas). Beban
pelajaran dan sistem kurikulum yang dianggap terlalu membebani anak
serta tekanan yang diciptakan guru kepada anak dalam mengejar target
kurikulum membuat banyak orangtua mengeluarkan anak dari sekolah formal.

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Beberapa keuntungan dari homeschooling antara lain adalah anak memiliki kepribadian yang kuat, pembelajaran dapat disesuaikan dengan keinginan dan kemampuan anak, tidak terikat dengan kurikulum yang berlaku pada sekolah formal pada umumnya, lebih memiliki kemampuan dalam kehidupan nyata karena anak belajar dari kehidupan sehari-hari, anak terlindung dari pergaulan bebas, mampu berinteraksi dengan orang yang lebih tua darinya, dan terhindar dari penyelewengan yang ada di sekolah formal seperti mafia peradilan.
Namun selain memiliki keuntungan, homeschooling juga memiliki kerugian. Diantaranya adalah anak kurang bisa bekerja sama dengan orang lain sehingga susah apabila anak dihadapkan pada situasi yang membutuhkan kerja sama, anak kurang memiliki pergaulan karena anak hanya berinteraksi dengan sebagian orang saja dan anak juga belajar secara individu, anak homeschooling biasanya cenderung manja karena anak homeschooling ini memiliki perlindungan yang lebih dari orang tua mereka. Sehingga terkadang anak homeschooling kurang mampu dalam menghadapi masalah yang tidak pernah diduga olehnya.
Beberapa faktor yang menyebabkan orang tua lebih memilih homeschooling dari pada sekolah formal pada umumnya antara lain adalah kekecewaan orang tua dengan sistem pendidikan di sekolah formal yang memprioritaskan nilai rapor saja, ketidak percayaan lagi orang tua dengan kejujuran di dalam lembaga pendidikan formal ini, mahalnya biaya sekolah formal, mereka melihat dari orang-orang yang telah berhasil di dunia ini kebanyakan adalah karena mereka belajar sendiri, belajar dari kehidupan sehari-hari, serta ingin
meyekolahkan anak ke luar negeri.
3.2 Saran
Semua sistem pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Satu sistem sesuai untuk kondisi tertentu dan sistem yang lain lebih sesuai untuk kondisi yang berbeda. Sehingga daripada mencari sistem yang super, lebih baik mencari sistem yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak dan kondisi keluarga.
Sistem pendidikan anak di sekolah memang sudah umum dan tela dipraktekkan selama bertahun-tahun. Dan sekolah telah menjadi pilihan hampir seluruh masyarakat. Namun sekolah bukan satu-satunya cara bagi anak untuk memperolah pendidikan bagi mereka. Sekolah hanyalah salah satu cara bagi anak untuk belajar dan memperoleh pendidikannya. Sebagai sebuah institusi/sistem belajar, sekolah tidaklah sempurna. Itulah sebabnya, selalu ada peluang pembaruan untuk memperbaiki sistem pendidikan. Sebagai sosok yang bertanggung jawab untuk mengantarkan anak-anak pada masa depannya, orang tua memiliki tanggung jawab sekaligus pilihan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak.
Dari berbagai kelebihan dan kekurangan homeschooling hendaknya para orang tua mampu memilih sarana pendidikan yang terbaik bagi anak. Orang tua mampu memahami setiap karakter anak dan mampu memahami keinginan seorang anak. Agar pendidikan tetap berjalan baik dan anak mampu menerima pengetahuan, hendaknya peranan orang tua dan situasi atau keadaan sekitar lingkungan tetap mampu mendukung kegiatan belajar anak dimanapun anak berada. Karena peran orang tua sangatlah mendukung dalam proses pendidikan anak. Hendaknya orang tua selalu memantau perkembangan anak. Orang tua hendaknya memahami jalur pendidikan yang sesuai dengan keadaan anak mereka.
Walaupun anak memilih jalur pendidikan formal yang saat ini sudah umum, orang tua haruslah tetap memberikan pelajaran diluar pendidikan formal tersebut. Misalnya saja dengan mengajak anak pergi ke kebun raya, melihat benda-benda bersejarah di museum, dan lain sebagainya. Sehingga anak tidak terpaku pada pendidikan formal saja.

DAFTAR RUJUKAN
Ryan. 2010. Homeschooling  Alternatif Pendidikan Berkualitas bagi Anak, (online), (http://humas.sragenkab.go.id/?p=319, diakses 24 Oktober 2010).
Sumardiono. 2008. Suatu Studi Seputar Penyelenggaraan HomeschoolingdiI Jabotabek, (online), (http://www.sekolahrumah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1532&Itemid=71, diakses 1 November 2010).

PENGARUH FACEBOOK TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

ABSTRAKSI
jaringan maya atau internet sebagai tren komunikasi masyarakat modern, perlu disikapi para orang tua dengan hati-hati. Pasalnya, anak-anak dikhawatirkan dapat terpengaruh negatif dengan arus informasi yang demikian bebas dalam situs jejaring internet atau situs dunia maya yang semakin kesini semakin maju. Tahun 1999 lahir jejaring sosial yang berbasiskan kepercayaan yang dikembangkan oleh epinions.com dan jejaring sosial yang berbasis pertemanan yang dikembangkan oleh Uskup Jonathan. Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Facebook adalah layanan jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan Februari 2004, dimiliki dan dioperasikan oleh Facebook, Inc Pada September 2012, Facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif, lebih dari setengah dari mereka menggunakan Facebook pada perangkat mobile. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg dengan teman sekamar kuliahnya dan sesama mahasiswa Harvard University Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Facebook Ada manfaat positifnya. Ada pula dampak negatifnya. Namun, manfaat maupun dampak negatif yang kelak muncul tentu bergantung pada niat dan perilaku tiap orang yang menggunakan produk teknologi komunikasi modern itu.
Facebook menjadi salah satu layanan internet yang sedang populer. Biro jasa yang membuka layanan ini tersebar di berbagai tempat, terutama di daerah perkotaan. Layanan serupa juga ada di lingkungan keluarga. Saat ini, internet dapat diakses pula kalangan anggota keluarga di rumah. Ini terutama bagi mereka yang memiliki fasilitas teknologi khusus untuk mengakses layanan ini. Bahkan, konsumen pengguna telepon seluler pun dapat menggunakan fasilitas internet tersebut sepanjang tersedia perangkat untuk mengaksesnya. Itu otomatis membuat para pengguna jasa layanan internet pun dapat mengakses komunikasi dan tukar informasi melalui facebook. Ada banyak manfaat positif yang dirasakan para penggunanya. Ada yang beruntung dapat memperluas jaringan bisnisnya, ada yang memanfaatkan untuk menambah jaringan pertemanan, ada yang menggunakannya untuk mempererat persahabatan, termasuk tukar-menukar infromasi. Namun, facebook pun dapat menjadi salah satu sarana komunikasi modern yang berpotensi mengancam pergaulan anak dan remaja. Peristiwa terbongkarnya skandal perdagangan perempuan anak di sebuah daerah
baru-baru ini menjadi salah satu contohnya. Kalangan media massa mengungkapkan itu berawal dari komunikasi korban dengan seseorang yang baru dikenalnya melalui facebook. Rupanya, belakangan baru diketahui orang asing tersebut ternyata sindikat perdagangan anak dan remaja. Itu bukti penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat mengakibatkan munculnya ekses negatif. Ekses ini dapat menjadikan anak dan remaja sebagai korban penculikan oleh sindikat perdagangan manusia yang marak belakangan ini.
Fase perkembangan anak rentan terhadap ekses negatif internet ini. Mereka memasuki fase perkembangan pueral. Sejalan dengan perkembangan fungsi jasmani, perkembangan intelektualnya berlangsung sangat intensif. Mereka biasanya memiliki minat yang tinggi terhadap pengetahuan dan pengalaman baru. Anak dan remaja otomatis memerlukan perlindungan mental, fisik, sosial, ekonomi dari ekses negatif internet, termasuk pengawasan terhadap penggunaan facebook. Perlindungan ini harus dilakukan kalangan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun pemerintah.
Hak anak sudah dilindungi hukum. Ini tertuang melalui spirit Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. UU ini menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hak anak tersebut merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi keluarga, masyarakat, serta pemerintah dan negara. Spirit UU tersebut harus diterjemahkan secara konkret dalam kehdiupan sehari-hari. Keluarga harus senantiasa mengawasi anak mereka saat memanfaatkan layanan internet. Pengawasan dapat dilakukan melalui komunikasi secara terbuka dengan si anak. Ini terutama dimaksudkan agar orangtua dapat memantau pergaulan anaknya. Orangtua harus mengetahui orang-orang di sekitar si anak yang kerap menjadi sahabatnya dalam ber-facebook. Dampak fositif dan negatif menggunakan facebook bagi pendidikan anak diantarnya dampak fositif: Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan ketrampilan teknis, Memperluas jaringan pertemanan, Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman- teman yang mereka jumpai secara online, dan Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat. Dampak negatif diantarnya: Tidak peduli dengan sekitarnya,Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan, Menghamburkan uan, Mengganggu kesehatan, Berkurangnya waktu belajar, Kurangnya perhatian untuk keluarga, Tersebarnya data pribadi, Mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex. Rawan terjadinya perselisihan dan Awas penipuan















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………….2 ABSTRAKSI………………………………………………………………………………………………………….3
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………….5

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah………………………………………………………………………………………….6
1.2 Pembatasan Masalah………………………………………………………………………………………………6
1.3 Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………………….6

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Perkembangan Jaringan Sosial…………………………………………………………………………………7
2.2 Jaringan Sosial……………………………………………………………………………………………………….8
2.3 Facebook dalam Jaringan Sosial………………………………………………………………………………8
2.4 Pengaruh Facebook Terhadap Pendidikan Anak………………………………………………………10
2.5 Dampak Fositif dan Negatif Menggunakan Facebook Bagi Pendidikan Anak………………11
2.6 Tips Cara Orang Tua Mendidik Anaknya Supaya Terhindar dari Pengaruh Negatif Internet atau Jaringan Sosial………………………………………………………………………………………..14
BAB III PENUTUP3
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………………15
DAFTAR PUSTAKA




BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latarbelakang Masalah
Berkembangnya jaringan maya atau internet sebagai tren komunikasi masyarakat modern, perlu disikapi para orang tua dengan hati-hati. Pasalnya, anak-anak dikhawatirkan dapat terpengaruh negatif dengan arus informasi yang demikian bebas dalam situs jejaring internet atau situs dunia maya yang semakin kesini semakin maju hkususnya pada pendidikan anak anak. Riset di Inggris baru-baru ini mencatat, 3/4 anak-anak mengunjungi situs jejaring sosial tanpa sepengetahuan orang tua. Rata-rata dari mereka merupakan anak-anak yang pernah dihukum orang tuanya saat ketahuan mengunjungi situs pertemanan macam Facebook atau Bebo.
1.2 Pembatasan Masalah
Melihat dari latar belakang masalah serta memahami pembahasannya maka penulis dapat memberikan batasan-batasan pada :
1. Perkembangan jaringan sosial
2. Jaringan sosial
3. Facebook dalam jaringan sosial
4. Pengaruh facebook terhadap pendidikan anak
5. Dampak fositif dan negatip anak menggunakan jaringan sosial facebook
6. Tips cara orang tua dalam mendidik anak-anaknya supaya terhindar dari perilaku negatif dari jaringan internet atu jaringan sosail

1.3 Rumusan Masalah
Masalah yang dibahas dalam penulisan makalah ini adalah :
1. Bagaimana berkembangnya jaringan sosial dalam pendidikan anak?
2. Apa yang dimaksud dengan jaringan sosial?
3. Apa pengertian facebook dalam jaringan sosial?

4. Apa saja pengaruh facebook dalam pendidikan anak?
5. Apa damapak fositif dan negatif dari jaringan facebook dalam pendidikan anak?
6. Apa aja tips orang tua dalam mendidik anaknya supay terhindar dari negatif menggunakan jaringan internet?

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Perkembangan Jaringan Sosial
Anda pasti sudah tau apa itu jejaring sosial? Jaringan sosial itu adalah sebuah situs tempat kita bersosialisasi dengan para pengguna internet lain, khusus nya yang terdaftar sebagai member situs tersebut, tentu kata seperti friendster, facebook, twitter, atau google sudah tidak asing lagi di telinga anda, dan mungkin hampir setiap hari anda membuka situs situs jejaring sosial tersebut, tapi tahukah anda bahwa situs situs jejaring sosial ini sudah ada sejak tahun 1995, ini Diawali oleh classmates.com pada tahun 1995 (terfokus pada hubungan mantan teman sekolah) kemudian diikuti sixdegrees.com tahun 1997 (membuat ikatan tidak langsung).
Tahun 1999 lahir jejaring sosial yang berbasiskan kepercayaan yang dikembangkan oleh epinions.com dan jejaring sosial yang berbasis pertemanan yang dikembangkan oleh Uskup Jonathan yang kemudian dipakai pada beberapa situs UK regional antara tahun 1999 dan2001.
Tahun 2005 dilaporkan bahwa jejaring sosial myspace.com lebih banyak diakses dibandingkan google dan facebook.com. Jejaring sosial mulai menjadi bagian dari strategi internet bisnis sekitar tahun 2005 ketika Yahoo meluncurkan Yahoo! 360°.
Pada bulan juli 2005 News Corporation membeli MySpace, diikuti oleh ITV (UK) membeli Friends Reunited pada Desember 2005. Diperkirakan ada lebih dari 200 situs jejaring sosial menggunakan model jejaring sosial ini.
Situs-situs jejaring sosial telah menemukan kejayaannya sejak tahun 2000an dimulai dengan
mengguritanya jejaring sosial friendster sejak tahun 2004 dan mencapai puncaknya di tahun 2007. Tahun 2008 hingga 2009 ini kejayaan itu diambil alih oleh jejaring sosial facebook yang memiliki member aktif hingga 350 Juta di seluruh dunia dan melejit di nomor 1 situs jejaring sosial terpopuler dengan pertumbuhan yang sangat drastis.
Banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat pesatnya perkembangan jejaring social ini. Bukan hanya untuk para remaja dan kaum muda, tapi para pekerja ataupun orang tua yang berumur pun mempunyai dampak akibat penggunaan jejaring social ini.
Mungkin banyak dapak positifnya dari jejaring social ini, tapi dari yang saya lihat malah kebanyakan dampak negatif yang muncul dari penggunaan jejaring social ini meskipun dampak negatif itu tidak langsung nyata terjadi atau dapat dikatakan secara bertahap.
2.2 Jaringan Sosial
Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.
Analisis jaringan jejaring sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan. Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah hubungan antar aktor tersebut. Bisa terdapat banyak jenis ikatan antar simpul. Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan jejaring sosial beroperasi pada banyak tingkatan, mulai dari keluarga hingga negara, dan memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah, menjalankan organisasi, serta derajat keberhasilan seorang individu dalam mencapai tujuannya.
Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan jejaring sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu. Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya.
2.3 Facbook dalam Jaringan Sosial
Facebook adalah layanan jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan Februari 2004, dimiliki dan dioperasikan oleh Facebook, Inc Pada September 2012, Facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif, lebih dari setengah dari mereka menggunakan Facebook pada perangkat mobile. Pengguna harus mendaftar sebelum menggunakan situs ini, setelah itu mereka dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profil mereka. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan kelompok pengguna umum-bunga, yang diselenggarakan oleh tempat kerja, sekolah atau perguruan tinggi, atau karakteristik lain, dan mengkategorikan teman-teman mereka ke dalam daftar seperti “Orang Dari Work” atau “Teman Dekat”.
Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg dengan teman sekamar kuliahnya dan sesama mahasiswa Harvard University Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Keanggotaan website awalnya dibatasi oleh pendiri untuk mahasiswa Harvard, tetapi diperluas ke perguruan tinggi lain di wilayah Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Secara bertahap menambahkan dukungan untuk mahasiswa di universitas lain sebelum membuka berbagai untuk siswa SMA, dan akhirnya kepada siapa saja berusia 13 dan lebih. Namun, menurut survei Consumer Reports 2011 Mei, terdapat 7,5 juta anak di bawah 13 dengan rekening dan 5 juta di bawah 10, melanggar persyaratan situs tersebut pelayanan.
Januari 2009 Sebuah studi Compete.com peringkat Facebook sebagai layanan jejaring sosial paling banyak digunakan oleh pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Entertainment Weekly termasuk situs pada akhir-of-dekade-nya daftar “best-of”, berkata, “Bagaimana di bumi yang kita tangkai ongkos kami, mengingat hari ulang tahun rekan kerja ‘, bug teman-teman kita, dan memainkan permainan meriah dari Scrabulous sebelum Facebook? ” Kritikus, seperti Facebook Detox, menyatakan bahwa Facebook telah berubah menjadi obsesi nasional di Amerika Serikat, mengakibatkan sejumlah besar waktu yang hilang dan mendorong narsisme. Quantcast memperkirakan Facebook memiliki 138.900.000 pengunjung unik bulanan AS pada Mei 2011. Menurut Media Hari Sosial, pada bulan April 2010 dengan 41,6% diperkirakan penduduk AS memiliki akun Facebook. Namun demikian, pertumbuhan pasar Facebook mulai kios di beberapa daerah, dengan situs kehilangan 7 juta pengguna aktif
di Amerika Serikat dan Kanada pada Mei 2011.
Nama layanan berasal dari nama sehari-hari untuk buku diberikan kepada siswa pada awal tahun akademik oleh beberapa administrasi universitas di Amerika Serikat untuk membantu siswa untuk mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap pengguna yang menyatakan diri untuk menjadi setidaknya 13 tahun untuk menjadi pengguna terdaftar situs.
2.4 Pengaruh Facebook Terhadap Pendidikan Anak
Kemajuan teknologi informasi sangat pesat. Teknologi informasi mengubah gaya hidup masyarakat. Masyarakat seolah sangat tergantung pada fungsi teknologi informasi dalam segala aspek kehidupannya. Fungsi teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Ada manfaat positifnya. Ada pula dampak negatifnya. Namun, manfaat maupun dampak negatif yang kelak muncul tentu bergantung pada niat dan perilaku tiap orang yang menggunakan produk teknologi komunikasi modern itu. Internet menjadi salah satu jenis teknologi informasi yang fenomenal belakangan ini. Tukar informasi dan jalinan komunikasi ke segala penjuru makin mudah. Penggunanya pun hampir tak mengenal batas usia. Ada anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa.
Facebook menjadi salah satu layanan internet yang sedang populer. Biro jasa yang membuka layanan ini tersebar di berbagai tempat, terutama di daerah perkotaan. Penggunanya bukan hanya orang dewasa. Anak dan remaja juga tampak memanfaatkan fasilitas ini.
Layanan serupa juga ada di lingkungan keluarga. Saat ini, internet dapat diakses pula kalangan anggota keluarga di rumah. Ini terutama bagi mereka yang memiliki fasilitas teknologi khusus untuk mengakses layanan ini. Bahkan, konsumen pengguna telepon seluler pun dapat menggunakan fasilitas internet tersebut sepanjang tersedia perangkat untuk mengaksesnya. Itu otomatis membuat para pengguna jasa layanan internet pun dapat mengakses komunikasi dan tukar informasi melalui facebook. Ada banyak manfaat positif yang dirasakan para penggunanya. Ada yang beruntung dapat memperluas jaringan bisnisnya, ada yang memanfaatkan untuk menambah jaringan pertemanan, ada yang menggunakannya untuk mempererat persahabatan, termasuk tukar-menukar infromasi. Namun, facebook pun
dapat menjadi salah satu sarana komunikasi modern yang berpotensi mengancam pergaulan anak dan remaja. Peristiwa terbongkarnya skandal perdagangan perempuan anak di sebuah daerah baru-baru ini menjadi salah satu contohnya. Kalangan media massa mengungkapkan itu berawal dari komunikasi korban dengan seseorang yang baru dikenalnya melalui facebook. Rupanya, belakangan baru diketahui orang asing tersebut ternyata sindikat perdagangan anak dan remaja. Itu bukti penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat mengakibatkan munculnya ekses negatif. Ekses ini dapat menjadikan anak dan remaja sebagai korban penculikan oleh sindikat perdagangan manusia yang marak belakangan ini.
Fase perkembangan anak rentan terhadap ekses negatif internet ini. Mereka memasuki fase perkembangan pueral. Sejalan dengan perkembangan fungsi jasmani, perkembangan intelektualnya berlangsung sangat intensif. Mereka biasanya memiliki minat yang tinggi terhadap pengetahuan dan pengalaman baru. Anak dan remaja otomatis memerlukan perlindungan mental, fisik, sosial, ekonomi dari ekses negatif internet, termasuk pengawasan terhadap penggunaan facebook. Perlindungan ini harus dilakukan kalangan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun pemerintah.
Hak anak sudah dilindungi hukum. Ini tertuang melalui spirit Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. UU ini menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hak anak tersebut merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi,
dan dipenuhi keluarga, masyarakat, serta pemerintah dan negara. Spirit UU tersebut harus diterjemahkan secara konkret dalam kehdiupan sehari-hari. Keluarga harus senantiasa mengawasi anak mereka saat memanfaatkan layanan internet. Pengawasan dapat dilakukan melalui komunikasi secara terbuka dengan si anak. Ini terutama dimaksudkan agar orangtua dapat memantau pergaulan anaknya. Orangtua harus mengetahui orang-orang di sekitar si anak yang kerap menjadi sahabatnya dalam ber-facebook. Pengawasan orangtua itu pun dimaksudkan untuk mencegah sang anak menjadi korban kekerasan, terutama perdagangan manusia. Jika ada hal-hal yang pantas dicurigai sebaiknya segera melaporkan kepada aparat desa adat maupun kepolisian
2.5 Dampak Fositif dan Negatif Menggunakan Facebook Bagi Pendidikan Anak
A. Dampak Fositif
1. Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan ketrampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.
2. Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs jejaring sosial ini anak menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar diantaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.
3. Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
4. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
B. Dampak Negatif
1. Tidak peduli dengan sekitarnya
Orang yang sudah kecanduan facebook terlalu asyik dengan dunianya sendiri (dunia yang diciptakannya) sehingga tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan facebook sering mengalami hal ini. Tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dunianya berubah menjadi dunia facebook.
2. Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan
Ini dampak dari terlalu sering dan terlalu lama bermain facebook. Ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial si anak. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya bersama teman teman facebooknya yang rata rata membahas sesuatu yang nggak penting. Akibatnya kemampuan verbal si anak
menurun. Tentu yang dimaksud autis di sini bukan dalam arti yang sebenarnya.
3. Menghamburkan uang
Akses internet untuk membuka facebook jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan (terlebih kalau akses dari warnet). Dan biaya internet di Indonesia yang cenderung masih mahal bila dibanding negara negara lain (mereka sudah banyak yg gratis). Ini sudah bisa dikategorikan sebagai pemborosan, karena tidak produktif. Lain soal jika mereka menggunakannya untuk kepentingan bisnis.
4. Mengganggu kesehatan
Terlalu banyak nongkrong di depan monitor tanpa melakukan kegiatan apa pun, tidak pernah olah raga sangat beresiko bagi kesehatan. Penyakit akan mudah datang. Telat makan dan tidur tidak teratur. Obesitas (kegemukan), penyakit lambung (pencernaan), dan penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang paling mungkin terjadi.
5. Berkurangnya waktu belajar
Ini sudah jelas, terlalu lama bermain facebook akan mengurangi jatah waktu belajar si anak sebagai pelajar. Bahkan ada beberapa yang masih asyik bermain facebook saat di sekolah. Ayo ngaku..! “sorry yaw, aQ off dulu, Coz, ada guru nieh..!” Pernah menemukan yang seperti itu..?
6. Kurangnya perhatian untuk keluarga
Keluarga di rumah adalah nomor satu. Slogan tersebut tidak lagi berlaku bagi para facebookers. Buat mereka temen temen di facebook adalah nomor satu. Tidak jarang perhatian mereka terhadap keluarga menjadi berkurang.
7. Tersebarnya data pribadi
Beberapa facebookers memberikan data data mengenai dirinya dengan sangat detail. Biasanya ini untuk orang yang baru kenal internet hanya sebatas facebook saja. Mereka tidak tahu resikonya menyebarkan data pribadi di internet. Ingat data data di internet mudah sekali bocor, apalagi facebook yang gampang sekali di hack
8. Mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex
Mudah sekali bagi para facebookers menemukan sesuatu yang berbau porno dan esex esex. Karena kedua hal itu yang paling banyak dicari di internet dan juga paling mudah ditemukan. nah, inilah fakta tidak dewasanya pengguna intenet Indonesia. Hanya menggunakan internet untuk mencari konten “berlendir”. Di facebook akan sangat mudah menemukan grup sex, grup tante kesepian, grup cewek bispak dsb.
9. Rawan terjadinya perselisihan
Tidak adanya kontrol dari pengelola facebook terhadap para anggotnya dan ketidak dewasaan pengguna facebook itu sendiri membuat pergesekan antar facebookers sering sekali terjadi.Contoh paling fenomenal adalah kasusnya “Evan Brimob” beberapa waktu lalu. Kalao kamu nggak tahu Evan Brimob, beeuuh, ketinggalan berita nih..! Evan Brimob adalah seorang anggota kepolisian yang baru kenal facebook. Silakan dicari aja di google mengenai Evan Brimob dengan statementnya yang kontroversi: “Polisi nggak butuh masyarakat”.
10. Awas penipuan
Seperti media media lainnya, facebook juga rawan terhadap penipuan. Apalagi bagi anak anak yang kurang mengerti tentang seluk beluk dunia internet. Bagi si penipu sendiri, kondisi dunia maya yang serba anonim jelas sangat menguntungkan.
2.6 Tips Cara Orang Tua Mendidik Anaknya Supaya Terhindar dari Perilaku Negatif dari Jaringan Internet atu Jaringan Sosail
1. Buatlah akun di media yang sama, ya karena jaman sudah berubah, bukan jamannya lagi kita melarang penggunaan media-media yang sebetulnya juga membawa dampak positif yang besar terhadap kehidupan penggunanya (bila digunakan dengan benar dan wajar).
2. Jadilah teman anak-anak Anda di media yang sama, dengan Anda menjadi temannya secara langsung Anda juga bisa mengawasi apapun yang dilakukannya di media tersebut, atau bahkan Anda bisa menjalin komunikasi yang mungkin selama ini terhambat (bila Anda termasuk orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan Anda). Dan bagi pihak sekolah, dengan mewajibkan seluruh siswanya yg memiliki akun fesbuk menjadi teman dari akun sekolah akan menjadikan “rem” tersendiri bagi siswa untuk melakukan hal-hal negatif di media tersebut.
3. Gunakan media tersebut sebagai salah satu sarana pembelajaran, bukan tidak mungkin di jaman seperti sekarang ini seorang guru memberikan tugas dalam bentuk apapun melalui media jejaring sosial (membuat siswa/anak Anda menjadi sibuk menggunakan media tersebut untuk melakukan tugas yang Anda berikan, tanpa membuat mereka merasa terbebani karena pada dasarnya media ini telah mereka senangi sebelumnya), karena begitu lengkapnya fitur jejaring sosial mulai dari mengupload gambar, membuat catatan, dll.
4. Belajarlah menerima perubahan jaman, khususnya dalam dunia teknologi informasi karena saat ini begitu banyak media jejaring sosial bermunculan dan pola komunikasi pun telah berubah, sekarang gak hanya sms atau telepon, tapi twitter, FB, dan media2 online lain sudah bisa digunakan sebagai fasilitas janjian yang tampaknya belum terjamah oleh mayoritas orangtua untuk memantau anaknya. Oleh karena itu teruslah
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa yang namnya jaringan internetn atau jarangan sosial itu sangat luas sehinga kita bisa mendaptkan informasi dengan cepat jaringan sosial juga bisa berpengaruh dalam pendidikan remaja hususnya dalam pendidikan anak – anak karena bisa merusak moral dan etika dalam kpribadian diri contoh jaringan sosial yang sangat terpopuler di erazaman sekarang ini yaitu facebook. Facebook adalah sejenis jaringan sosial yang sangat terpopuler di erazaman sekarang semua masyarakat tau apa itu facebook bahkan anak – anak sudah pada tau dan banyak sekali dikalngan remaja dan anak anak yang menggnakan facebook.
Mungkin hanya itu makalah yang saya bisa buat apa bila ada kata kata atau tulisan yang salah dalam penulisan makalah ini saya minta maf mohon kritik dan sarannya dalam pembuatan makalah ini .







DAFTAR PEUSTAKA
http://www.cybertokoh.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=133
http://didno76.blogspot.com/2011/10/dampak-positif-dan-negatif-jejaring.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Jejaring_sosial
http://id.wikipedia.org/wiki/Perkembangan_internet_masa_kini
http://piterbizz.blogspot.com/2012/07/facebook-dan-9-jaringan-sosial-ini.html