Jumat, 01 Mei 2015

Analisa tampilan aplikasi



Modul Pembuatan Aplikasi Berbasis Web

“Perpustakaan” ( SMK RPL )


A. Gambaran Aplikasi
Aplikasi Perpustakaan adalah aplikasi yang terinstall pada suatu webserver di suatu lembaga (sekolah, kampus, kantor) yang berfungsi melayani kebutuhan peminjaman buku bagi para anggotanya. Aplikasi ini dioperasikan oleh petugas perpustakaan, dan menggunakan database seperti pada diagram di bawah.
Software yang dibutuhkan antara lain :
– Web Server, Database Server, dan Database Manager (dapat menggunakan Xampp, Wamp, dll, atau install satu-persatu)
– Software desain web (Corel Draw, Photoshop, Gimp, dll)
– Software web development (Dreamweaver, Notepadd++, Sublime, dll)
B. Database
Rancangan database dari aplikasi ini telah disediakan oleh pemberi tugas, dengan perincian sebagai berikut
http://webmediacenter.com/wp-content/uploads/2013/11/web.png
Dapat dilihat dari diagram di atas, database tersebut sebenarnya masih belum sempurna. Misalnya, untuk memasang fitur security dan login, maka pada tabel “petugas” perlu ditambahkan field “password”. Field ini akan kita tambahkan sendiri nanti (lihat video tutorialnya).
C. Tahapan Pembuatan
Tahapan pembuatan aplikasi dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Pembuatan database (PHPMyAdmin)
2. Desain tampilan aplikasi (Photoshop)
3. Slicing terhadap desain (Dreamweaver)
4. Integrasi program PHP (Dreamweaver)
D.1. Pembuatan database
Untuk pembuatan database, dapat menggunakan :
– Software database manager, baik yang berupa aplikasi desktop (seperti Navicat) maupun aplikasi web (seperti PHPMyAdmin)
– Langsung ke database server melalui MySQL console (command prompt)
Cara yang akan kita gunakan dalam modul ini (dan juga merupakan cara yang sering dipakai pada umumnya) adalah dengan menggunakan PHPMyAdmin.
D.2. Desain tampilan aplikasi
Sebelum mendesain, biasanya ada tahapan-tahapan analisa dan konsep yang terlebih dahulu dilakukan. Tahapan-tahapan tersebut meliputi, konsep flowchart, activity diagram, analisa kebutuhan user, dan lain sebagainya. Tetapi karena media yang terbatas, tahapan-tahapan tersebut tidak kita bahas. Jika ingin lebih memperdalamnya lagi, referensinya dapat dicari di internet.
Untuk menyederhanakan pembahasan, kita rancang aplikasi web ini memiliki halaman-halaman berikut :
– Halaman Login
– Halaman Peminjaman Buku
– Halaman Pengembalian Buku
– Halaman Administrasi – Pengelolaan Daftar Penerbit
– Halaman Administrasi – Pengelolaan Daftar Kategori
– Halaman Administrasi – Pengelolaan Daftar Buku
– Halaman Administrasi – Pengelolaan Daftar Peminjam
– Halaman Administrasi – Pengelolaan Daftar Petugas
– Halaman Administrasi – Laporan (Report)
Contoh gambar desain yang ditunjukkan cara pembuatannya di dalam Video Tutorial.
http://webmediacenter.com/wp-content/uploads/2013/11/web1.png
Gambar 1 Halaman Login
Gambar 2 Halaman Peminjaman
D.3. Slicing terhadap desain
Setelah desain di Photoshop selesai, selanjutnya pelu dilakukan proses slicing untuk memetakan areal desain menjadi halaman web. Slicing dapat dilakukan langsung di dalam Photoshop, tetapi lebih baik dilakukan secara manual dengan menggunakan Dreamweaver untuk mendapatkan hasil yang efektif, yaitu halaman web yang tidak bloated (menggunakan gambar secara berlebihan). Dengan cara manual kita dapat mengambil gambar secara partial (sebagian kecil saja) dari desain aslinya tetapi diatur supaya tampil penuh di dalam halaman web yang dihasilkan.
D.4. Integrasi program PHP
Tahapan slicing menghasilkan halaman web statis, yaitu web yang belum dapat menampilkan informasi berdasarkan input tertentu. Untuk itu perlu diintegrasikan rutin PHP di dalam web tersebut agar dapat menampilkan data yang dinamis, dan juga terhubung dengan database.
Sylllabus / Outline Tahapan Pembuatan (per Video)
1. Pembuatan database (PHPMyAdmin)
Video 1.1  Menjelaskan cara pembuatan database Perpustakaan, dan beberapa tabel di dalamnya, beserta cara penentuan type field dan fungsinya.
Video 1.2  Menjelaskan cara membuat sisa tabel yang belum dibuat, dan cara menghubungkan Foreign Key, serta cara menampilkan relasinya dalam bentuk diagram.
2. Desain tampilan aplikasi (Photoshop)
Video 2.1  Menjelaskan cara men-setting dokumen Photoshop untuk desain web, dan cara mendesain bagian headernya.
Video 2.2  Menjelaskan cara merancang logo (menggunakan Flash) menggunakan tools-tools yang ada, dan cara mengexportnya untuk dijadikan logo dalam desain Photoshop.
Video 2.3  Menjelaskan sifat dan cara membuat menu web di dalam Photoshop, dan cara memencari dan menggunakan symbol-symbol untuk dipergunakan dalam mendesain web.
Video 2.4  Menjelaskan cara mendesain bagian konten di dalam web, seperti misalnya bagian judul, tabel, dan form.
Video 2.5  Menjelaskan maksud, tujuan dan cara mendesain bagian footer di dalam web.
Video 2.6  Menunjukkan cara mendesain halaman yang berbeda, yaitu Halaman Peminjaman.
Isi video menunjukkan cara mendesain bagian tabel yang dari tampilan desainnya dapat menunjukkan bahwa isi tabel tersebut berupa data dinamis yang berasal dari database.
Video 2.7  Melanjutkan desain halaman Peminjaman, dan menunjukkan cara mendesain halaman yang berisi banyak form, dan tabel.
3. Slicing terhadap desain (Dreamweaver)
BAGIAN A : Membuat Template Halaman
Video 3.A.1  Menunjukkan cara mempersiapkan Dreamweaver sebelum memulai project pembuatan website, yaitu setting Site Manager.
Video 3.A.2  Menjelaskan cara membuat dua file utama yaitu file index dan file css, dan cara menghubungkan keduanya.
Video 3.A.3  Menjelaskan cara menterjemahkan desain Photoshop menjadi sebuah halaman web, dimulai dari bagian headernya, dan diuji dengan ditampilkan dalam browser.
Video 3.A.4  Menunjukkan cara mengisi bagian header, yang meliputi tulisan dan gambar.
Video 3.A.5  Menjelaskan cara membuat menu dan link.
Video 3.A.6  Menjelaskan cara membuat bagian konten, dimana hanya kerangkanya saja yang dibuatkan. Karena isinya nanti akan berbeda-beda antara satu halaman web dengan yang lainnya.
Video 3.A.7  Menjelaskan cara membuat bagian footer.
Video 3.A.8  Menjelaskan cara memperlakukan halaman web yang sudah sempurna kerangkanya untuk dijadikan sebagai template desain. Gunanya adalah untuk mempermudah langkah membuat halaman-halaman berikutnya nanti.
BAGIAN B : Membuat Konten Template

Video 3.B.1 ? Menjelaskan cara membuat tabel untuk login berikut dengan cara mempersiapkan css-nya, supaya tabel-tabel yang modelnya sama nantinya dapat diciptakan ulang dengan otomatis.
Video 3.B.2 ? Menjelaskan cara membuat menu utama dan menjadikannya sebagai snippets, supaya nantinya menu-menu seperti ini dapat dipasang pada halaman-halaman lain dengan otomatis namun tetap sesuai antara isi menu dan isi halaman.
Video 3.B.3 ? Menjelaskan cara membuat tabel untuk data peminjam dengan memanfaatkan css tabel yang telah dibuatkan sebelumnya.
Video 3.B.4 ? Menunjukkan cara membuat bentuk-bentuk tabel lain yang berbeda dari sebelumnya, untuk keperluan menampilkan panel peminjaman dan data buku.
Video 3.B.5  Memperbaiki css dengan cara menguji tampilan web pada berbagai jenis browser, yaitu Firefox, Internet Explorer, dan Chrome.
Video 3.B.6  Menunjukkan cara membuat halaman khusus untuk menu Administrasi dimana nantinya halaman ini sebagai pusat maintenance database.
Video 3.B.7  Melanjutkan penyempurnaan halaman Administrasi supaya secure namun tetap nyaman diakses.
Video 3.B.8  Memasukkan menu-menu Administrasi sebagai snippets yang kedua.
4. Integrasi program PHP (Dreamweaver)

Video 4.1  Menjelaskan cara menggunakan fasilitas Dreamweaver untuk membangun koneksi antara halaman web dengan database server, dan mempraktekkannya langsung dengan membuat login user, juga dari fasilitas Dreamwever. Lalu menunjukkan cara modifikasi agar dapat menentukan sendiri cara pemeriksaan passwordnya.
Video 4.2  Menunjukkan cara memasang security halaman dengan menggunakan fasilitas dari Dreamweaver, yaitu Restict Access.
Video 4.3  Menjelaskan cara membuat halaman admin untuk menambah penerbit baru melalui fasilitas Dreamweaver, yaitu Insert Record. Lalu mengujinya di browser dan mengeceknya dalam database.
Video 4.4  Menjelaskan cara menampilkan Daftar Penerbit dengan menggunakan fasilitas Dreamweaver, yaitu Recordset, Repeat Region dan Dynamic Text.
Video 4.5  Menjelaskan cara membuat halaman Edit Penerbit dengan menggunakan fasilitas dinamis dari Dreamweaver, dan menunjukkan cara pemakaian URL Parameter String sebagai wadah komunikasi antara halaman Daftar dan halaman Edit.
Video 4.6  Memanfaatkan menu Logout dari Dreamweaver dan memodifikasinya untuk memudahkan akses dari menu yang telah kita buat.
Video 4.7  Menunjukkan cara membuat halaman Delete Penerbit, juga dengan memanfaatkan menu otomatis yang telah disediakan Dreamweaver.
Video 4.8  Menunjukkan cara menambahkan paging (navigasi data) ke halaman Daftar Penerbit, dengan menggunakan fasilitas paging dari Dreamweaver.
Video 4.9  Menjelaskan cara membuat halaman admin untuk menambah kategori buku dengan memanfaatkan fasilitas Insert Record dari Dreamweaver.
Video 4.10  Menjelaskan cara membuat daftar kategori dengan menggunakan Recordset, Repeat Region, dan Dynamic Text dari Dreamweaver.
Video 4.11  Menjelaskan cara membuat halaman admin untuk mengedit kategori buku dengan menggunakan fasilitas dinamis dari Dreamweaver.
Video 4.12  Menjelaskan catatan khusus mengenai kekhususan Primary Key dan cara penananganannya pada form Edit.
Video 4.13  Menjelaskan cara membuat halaman Delete Kategori disertai konfirmasi terlebih dahulu.
Video 4.14  Menjelaskan cara membuat form Tambah Buku dengan menyertakan dua Recordset yang terhubung dengan database Penerbit dan database Kategori, masing-masing dalam elemen Select/List yang dinamis.
Video 4.15  Menjelaskan cara membuat tabel dinamis Daftar Buku dengan menggunakan Recordset, Repeat Region, dan Dynamic Text dari Dreamweaver.
Video 4.16  Menjelaskan cara membuat form Edit Buku dan cara mengatur elemen Select/List supaya otomatis memilih row yang tepat dari Recordset Penerbit dan Kategori.
Video 4.17  Menjelaskan cara membuat halaman Tambah Peminjam, dengan form yang bisa melakukan upload picture, berikut penjelasan mengenai pilihan field blob atau text pada database.
Video 4.18  Menjelaskan cara membuat form Edit Peminjam, dan cara penanganan form Upload jika melakukan Update field Foto.
Video 4.19  Menjelaskan cara membuat halaman Peminjaman yang menampilkan gabungan data-data dari Recordset Peminjam, Buku, Penerbit, Kategori. Dan juga cara memakai ajax/javascript untuk membuat form yang dinamis jumlahnya, sesuai dengan jumlah buku yang dipinjam.
Video 4.20  Menjelaskan cara membuat halaman Pengembalian dan cara penghitungan hari keterlambatan dan jumlah denda yang harus dibayar.
Video 4.21  Menjelaskan cara membuat halaman Laporan / Report.

















Selasa, 28 April 2015

BAB I ( ayunan bayi otomatis)



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah

            Pada era globalisasi sekarang ini, teknologi informasi dan komputerisasi sudah semakin maju dan terus berkembang dengan cepat, sehingga membuat segala sesuatunya menjadi serba otomatis dan cepat. Penyediaan informasi yang lengkap dan akses yang mudah sangat penting untuk mendukung suatu kemajuan. Teknolagi ini pasti nya sangat berkaitan dengan perkembangan teknologi komputer. Di mana teknologi komputer merupakan pendukung bahkan penggerak kemajuan teknologi informasi pada jaman sekarang ini. Dan tidak bisa di pungkiri bahwa ilmu Elektronik sangat berpengaruh kepada pengembangan Teknologi. Sebuah komputer mampu mengendalikan sebuah rangkaian alat elektronik menggunakan sebuah chip IC yang dapat diisi program dan logika yang di sebu teknologi Mikroprosesor.

            Mikroprosesor merupakan salah satu ilmu dalam bidang elektronik yang di pelajari dalam perkuliahan jurusan sistem komputer. Kemudian timbul gagasan untuk mengimplementasikan sebuah alat berbasis mikroprosesor yang serba otomatis dan efisien. Maka penulis membuat sebuah penelitian ilmiah yang di beri judull ” AYUNAN BAYI OTOMATIS DENGAN ATMEGA 8535” .  Adapun alat tersebut merupakan serangkaian komponen elektronika berbentuk berbentuk prototype ya itu sebuah ayunan yang dapat bergerak secara otomatis yang di kontrol dengan menggunakan Mikrokontroler . bahasa yang di gunakan adalah bahasa pemrograman tingkat rendah ( Low Level Languange) Bahasa C yang di isi pada sebuah chip IC.

Karna itulah penulis mencoba menganalisa dan mempelajari lebih dalam tentang membuat sebuah alat elektronika berbasis mikroprosesor yang di kendalikan dengan bahasa pemrograman C yang dapat menggerakan sebuah prototype ayunan bayi yang dapat bergerak secara otomatis dengan Delay(waktu) yang sudah di tentukan dengan pengaturan yang di jalankan di dalam program yang akan di masukan ke dalam sebuah chip IC, dan sebuah sensor yang menghasilkan sebuah gerak yang di terima oleh motor servo secara otomatis. Dan penulis dapat belajar memahami fungsi, karakteristik, serta cara kerja alat yang telah kami buat dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

1.2 Masalah dan Batasan Masalah

            Pada penulisan ilmiah ini penulis membahas bagaimana menganalisa rangkaian, komponen-komponen yang di gunakan, fungsi dari alat tersebut, teori yang mendasarkan kinerja alat tersebut, dan proses pemrograman berbasis mikrokontroler yang ada pada alat tersebut serta tampilan alat berupa ayunan miniatur. Dan disini penulis mebatasinya hanya pada cara proses mikrokontroler menggunakan bahasa pemrograman C dengan pembentukan prototype alat yang sederhana

1.3 Tujuan Penelitian
           
            Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk meneliti kinerja ayunan otomatis dengan alat Bantu simulasi ayunan bayi otomatis dan memanfaatkan bagi masyarakat luar. Di samping itu, tujuan dari penulisan ini adalah untuk mempelajari lebih mendalam tentang cara pemerograman berbasis mikroprosesor dan untuk memenuhi matakuliah penelitain ilmiah yang di dapat pada pelajaran perkuliahan pada semester ini

1.4 Metode penulisan

Adapun metode penulisan yang di pakai adalah sebagai berikut :

a.       Metode Observasi, yaitu dengan melakukan penelitian terhadap komponen yang di pakai dan melakukan perbandingan terhadap fungsi dari komponen-komponen tersebut sehingga kami dapat mengambil kesimpulan dan perinsip kerja dari komponen dari alat tersebut.
b.      Metode studi pustaka, yaitu dengan mengambil materi-materi lainya dari internet maupun yang lain nya.
c.       Metode kesimpulan, yaitu mengumpulkan ide dari masing-masing orang dan kemudian menjadikan suatu kesimpulan yang di tulis ke dalam satu makalah.
d.      Penelitian dan Eksperimen, yaitu dengan melakukan penelitian perancangan alat dengan menguji alat tersebut.
e.       Konsultasi, yaitu dengan mendiskusikan serta menayakan secara langsung kepada dosen pembimbing.

1.5 Sistematik Penulisan

Isi dari penulisan ini berhubungan dengan data-data yang telah di ambil serta refrensi dari buku-buku dan internet.

1.      Pendahuluan
Bab ini berisi tentang latar belakang, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II             Landasan Teori
Bab ini berisi tentang bagaimana menganalisa rangkaian, komponen-komponen yang di gunakan, fungsi dari alat tersebut, teori yang mendasarkan kinerja alat tersebut, dan proses pemrograman berbasis mikrokontroler yang ada pada alat tersebut serta tampilan alat berupa ayunan miniatur.
Bab III            Perancangan dan Analisa Sistem
Bab ini menjelaskan mengenai dasar dari perancangan dan realisasi sistem baik hardware maupun software serta prinsip kerja sistem.
Bab IV            Pengujian dan Data Pengamatan
Bab ini berisi mengenai hasil pengujian dari perancangan alat pengendali ayunan dan metode-metode kesimpulan dari setiap komponen
Bab V             Penutup
Bab ini berisi saran – saran dan kesimpulan.

ARTIKEL TENTANG HAM Kewenangan Pengadilan HAM pada Kasus Kejahatan terhadap



ARTIKEL TENTANG HAM
 Kewenangan Pengadilan HAM pada Kasus Kejahatan terhadap


Kewenangan Pengadilan HAM pada Kasus Kejahatan terhadap Kemanusiaan di Lapas Cebongan
 Pembentukan Pengadilan Hak Asasi Manusia untuk menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia yang berat telah diupayakan oleh Pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 1999 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia yang dinilai tidak memadai, sehingga tidak disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menjadi undang-undang, dan oleh karena itu Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tersebut perlu dicabut. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, dan c perlu dibentuk Undang-undang tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Pengadilan HAM berkedudukan di daerah kabupaten atau daerah kota yang daerah hukumnya meliputi daerah hukum Pengadilan Negeri yang bersangkutan. Pengadilan HAM bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat. PERKARA YANG DIPERIKSA OLEH PENGADILAN HAM Pengadilan Ham berkompeten untuk melakukan pemeriksaan terhadap perkara terjadinya kejahatan ham berat berupa kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan (Vide Pasal 7 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM). Untuk kasus terjadinya pembantaian di Laps Cebongan merupakan suatu peristiwa yang tergolong pada kejahatan terhadap kemanusiaan (Vide Pasal 9 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM). Adapun bunyi Pasal 9 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM sebagai berikut : Kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, berupa : a. pembunuhan; b. pemusnahan; c. perbudakan; d. pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa; e. perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asa) ketentuan pokok hukum intemasional; f. penyiksaan; g. perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasaan seksual lain yang setara;
ARTIKEL TENTANG HAM
 
h. penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional; i. penghilangan orang secara paksa; atau  j. kejahatan apartheid KRONOLOGIS PEMBANTAIAN DI LAPAS CEBONGAN Pada hari sabtu tanggal 23 maret 2013 sekitar pukul 01.00 wib Sekelompok orang yang tidak dikenal menemui sipir dengan membawa surat perintah yang berkop surat Polda Yogyakarta akan bertemu dengan ke-empat korban, dimana pada saat itu ditolak oleh sipir dengan alasan sudah malam, sehingga muncul kelompok bersenjata laras panjang memaksa sipir Lembaga Pemasyarakat (Lapas) untuk membukakan pintu. Mereka membawa granat dan mengancam hendak meledakkannya jika pintu tidak dibuka. Begitu sipir membuka pintu, mereka kemudian menyerbu ke dalam area Lapas, melewati lima lapis pintu penjagaan dan mencari empat tahanan di Blok Anggrek (http://www.voaindonesia.com/content/gerombolan-bersenjata-serang-lapas-yogya-4-napi-tewas/ 1627158.html). Setelah menemukan ke-empat korban, maka gerombolan orang yang tidak dikenal itu melakukan pembantaian dengan melakukan penganiayaan serta penembakan yang menyebabkan ke-empat korban meninggal dunia secara tragis. KEWENANGAN FORMIL PENYELIDIKAN KASUS Peristiwa pembantaian tersebut merupakan suatu kejahatan yang bersifat sistematis karena dimungkinkan ada suatu perencanaan yang ditunjukan oleh adanya fakta hukum terdapat dua orang oknum TNI AD yang berusaha melarang teman-temannya untuk melakukan pembantaian tersebut. Dengan adanya pelarangan ini, maka kegiatan pembantaian tahanan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sudah direncanakan sedemikian rupa sehingga adanya persiapan berupa pembagian tugas seperti : - adanya persiapan untuk memalsukan surat perintah tugas dengan membuat surat yang seolah-olah berasal dari Polda Jogyakarta. - adanya persiapan senjata yang digunakan, karena senjata dan peluru dapat dipergunakan hanya dalam pelaksanaan tugas, bukan digunakan di luar tugas dan apabila senjata tersebut tidak digunakan, maka senjata harus disimpan pada suatu gudang senjata. Peluru pun demikian, setiap menggunakan peluru harus ada suatu perintah dan setelah menggunakan peluru harus ada suatu pelaporan tentang kegiatan apa yang sudah digunakan dan berapa banyak peluru yang digunakan. - adanya perencanaan dalam pembagian tugas seperti adanya penunjukan seorang eksekutor dan adanya penunjukan oknum anggota TNI AD yang melakukan penjagaan dan adanya pembagian tugas dalam pengamanan terhadap CCTV.
https://html2-f.scribdassets.com/9i1qzto0cg405e5g/images/2-96c8f5dd89.png
 
- Adanya persiapan kendaraan, dimana kendaraan yang digunakan ini merupakan salah satu alat kejahatan yang dipergunakan untuk memudahkan terjadinya suatu kejahatan, sehingga kendaraan yang digunakan merupakan barang bukti dalam kejahatan kemanusiaan ini. - Adanya persiapan dalam penentuan waktu kegiatan kejahatan terhadap kemanusiaan. Dengan adanya pembagian tugas dan persiapan sarana serta prasarana pendukung inilah merupakan suatu rangkaian persiapan yang telah direncanakan dan sudah dipersiapkan secara sistematis. Hanya saja dalam proses penyidikan juga masih banyak lagi yang harus dikerjakan bukan hanya selesai pada suatu pengakuan. Masih banyak barang bukti dan petunjuk yang harus diolah seperti bagaimana mekanisme komando dan pengendalian, yang artinya perlu adanya pendalaman terhadap sistem pelaporan dan sarana pelaporan agar dapat diungkap secara jelas kasusnya dan bukan hanya setengah-setengah. Sehingga perlu dilakukan pendalaman terhadap alat komunikasi yang digunakan oleh Oknum pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan ini. Audit terhadap alat komunikasi ini amat penting di dalam mengungkap jelas peristiwa pidana yang terjadi. Berdasarkan atas uraian di atas maka Komnas Ham merupakan Leading sektor dalam melakukan suatu penyelidikan hal ini disebabkankarena KOMNAS HAM merupakan lembaga yang diberi kewenangan oleh Undang-Undang untuk melakukan penyelidikan terhadap terjadinya kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM yang berbunyi : (1) Penyelidikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam melakukan penyelidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat membentuk tim ad hoc yang terdiri atas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan unsur masyarakat. Dengan memahami peran, tugas dan tanggung jawab Lembaga Komnas HAM untuk melakukan kegiatan penyelidikan ini, maka sudah seharusnya Lembaga Komnas HAM melakukan tindakan penyelidikan berupa : (Vide Pasal 19 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM) a. melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam masyarakatyang berdasarkan sifat atau lingkupnya patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia yang berat; b. menerima laporan atau pengaduan dari seseorang atau kelompok orang tentang terjadinya pelanggaran hak asasi manusia yang berat, serta mencari keterangan dan barang bukti; c. memanggil pihak pengadu, korban, atau pihak yang diadukan untuk diminta dan didengar keterangannya; d. memanggil saksi untuk diminta dan didengar kesaksiannya;

REFERENSI : http://www.academia.edu/8072447/ARTIKEL_TENTANG_HAM_Kewenangan_Pengadilan_HAM_pada_Kasus_Kejahatan_terhadap

Selasa, 17 Maret 2015

SOFSKIL RINGKASAN TUGAS I SEJARAH INDONESIA DAN DUNIA



SOFSKIL
RINGKASAN
TUGAS I

  




Disusun oleh  :
Nurjanah
25112503








SEJARAH INDONESIA DAN DUNIA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015




 Jam posting : 17:47
PENGANTAR

            Ringkasan ini saya buat untuk satu pelajaran yang mengajarkan saya untuk menggunakan bahasa dan meperbaiki kata demi kata yang saya buat, karya tulis sederhana yang di ciptakan untuk mengaju kedalam ringkasan dari isi buku yang saya ambil.
            Luas materi yang saya sajikan di sesuaikan dengan jaman pelajaran yang tersedia dan selalu berpedoman kepada Tujuan instruksional Umum dalam tema penyajiannya. Sebab dan akibat yang menyebabkan terjadinya pristiwa sejarah
            Oleh sebab itu keritil-keritik dan saran yang maksud nya untuk meperbaiki amat saya harapkan, terutama dari para guru atau pengguna buku ini.
            Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Penerbit LUBUK AGUNG di bandung, yang telah menerbitkan buku ini.
            Saya mengharapkan agar buku ini berguna bagi pendidikan di negri ini.





PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA ASIA-AFRIKA


A.     PERTUMBUHAN ISLAM DI TIMUR TENGAH

  1. Tanah Arab tempat timbulnya islam
Tanah Arab yang sebagian besar terdiri atas gurun pasir merupakan daerah yang tidak cocok untuk perkembangan suatu kebudayaan. Melalui bagian tengah tanah Arab terdapat jalan dengan yang menghubungkan Mesopotamia dan Persia dengan Mesir. Untuk menghadapi serangan kaum Badawi di perjalanan , barang-barang dagangan di ankut bersama-sama dengan kafilah. Pada jalan perniagaan itu terdapat kota dagang mekkah. Dan jathrib ( Madinah ). Tanah Arab sendiri tidak memiliki barang-barang untuk di perdagangkan. Kota Mekah merupakan pusat perdagangan dengan barang-barang dari luar negri. Kota itu di dirikan pada kurang lebihtahun 400 Masehi penduduk Arab dari suku Kuraisy.


  1. Kehidupan kaum Badawi
Dalam pengembaraannya orang-orang Badawi selalu menyesuaikan diri dengan keadaan alam lingkungannya. Di mana terdapat padang rumput ke situlah mereka pergi untuk mengembalakan ternak nya, ya itu kambing dan domba. Binatang yang utama bagi orang Badawi ialah unta dan kuda , yang merupaka alat transport yang penting.tanah Arab adalah tanah yang paling kering dan panas di dunia. Sifat yang tak mengenal putus asa tahan ujianlah yang memberikan kemungkinan kepada kaum Badawi untuk mepertahankan kelangsungan hidupnya.
Tiap keluarga terikat oleh kesetiaan kepada suku nya. Andaikata ada seseorang anggota suku terbunuh, oleh anggota suku lainya, maka semua anggota suku dari pihak yang terbunuh wajib menuntut balas. Sifat kesukuan merupakan ciri kehidupan bangsa Arab, dan sifat itu pula yang membuat bangsa itu tidak dapat bersatu dan terpecah belah.
Pada orang Badawi tidak kenal adanya kemasyarakatan yang berbentuk kebangsaan. Mereka memuja dewa-dewa, di antara nya dewa-dewa al Lat, al Uzzza dan al Manat,  pemuja dewa-dewa itu pun tidak begitu di pentingkan.
Hukum yang mengatur kehidupan bermasyarakat pun tidak ada; yang ada adalah hukum rimba, yakini mereka bertindak menurut kehendak nya, yang mengakibatkan banyak pertumpahan darah , jaman itu di sebut jaman jahiliyah, yang berarti jaman kepicikan dan kebiadaban.

  1. Muhamad S.a.w Rasul Allah
Nabi Muhammad S.a.w lahir pada tahun 571 Masehi dari keluarga yang termaksud suku Kurais. Ayahnya meniggal sebelum ai di lahirkan, dan ibunya meniggalkan dia pula ketika ia baru berumur enam tahun. Kemudian dia pula ketika ia baru berumur enam tahun. Kemudian ia dipelihara oleh kakenya. Tidak banyak di ketahu masa remaja nya. Suku Kuraisy menyebut muhamad, al amin, ya itu oarang terpercaya karena kejujuranya. Pada usia 25 tahun ia menikah dengan khadijah seorang janda kaya dari suku kuraisy yang usia nya 15 tahun lebih tua dari Muhammad, pernikahan itu membawa perubahan dari Muhammad. Karna kekayaan nya, banyak waktu terulang, yang di pergunakannya untuk melakukan meditasi ( bertapa) di gua Hira. Dalam pertapaan nya Muhammad mendapatkan wahyu dari Allah. Wahyu-wahyu itu terus berdatangan walaupun tidak dalam bertapa di gua hira,. Wahyu-wahyu itu memberikan cahaya terang kepada muhammad tentang kebenaran yang hakiki. Wahyu-wahyu tersebut menjadi dasar ajaran islam, yang setelah Nabi wafat tersusun sebagai kitap Al-Qur’an.
            Muhammad menjadi Rasul Allah dan menyampaikan perintah-perintah Allah kepada kaumnya.  

  1. Perkembangan islam di Medinah
Dalam massa Medinah islam bukan hanya merupakan kekuassan agama, namun di lengkapi dengan kekuassan pemerintahan. Di Medinah mengelurkan peraturan-peraturan baik mengenaiagama maupun pemerintahan. Dari Medinah agama islam berkembangkeseluruh negri Arab,daerah-daerah Asia Barat dan Afrika Utara , warga mereka yang tetap menetang ajaran nabi Muhammad di tundukan pada tahun 630. waktu memasukai kota  Mekkah, masukan islam menghancurkan berhala-berhala. Kemudian Nabi Muhammad melakukan ibada haji nya. Di Mekkah Nabi Muhammad menerima utusan-utusan dari suku-suku yang menyatakan persahabatan dengan Nabi Muhammad , dengan alat-alat sederhana Nabi Muhammad s.a.w telah mengubah tata masyarakat Arab dari kesukuan yang terpecah belah menjadi satu bangsa ( National ) yang bersatu berlandasan agama islam. Dalam tahun islam yang ke sepuluh ( tahun 632 Masehi ) Nabi memimpin haji beliau yangterakhir dan di sebut haji pamitan.
Tiga bulan kemudian setelah kembali ke Madinah, eliau tiba-tiba jatuh sakit yang menyebakan wafat nya beliau pada tahun632.

  1. Gerakan islam di Timur Tengah
Setelah Nabi Muhamad S.a.w wafat terjadi gerakan islam yang hebat di bawah pimpinan Chulfa ar-rasyid. Kemenagan yang di dapat di bawah pimpian panglima khalid ibn-al Walid dan Amir ibn-al As sangat gemilang dan menajubkan kemenagan itu di peroleh dari ajaran yang di dapat dari Arab, siasat ini tidak di miliki oleh bangsa Romawi
Terutama di massa khalifah Abu Bakar dan Umar, kekuassan islam meluas dengan cepat, yang di jalankan berdasarkan perencanaan yang matang dan cermat.
            Pada tahun 643 tentara islam di perbatasaan india. Setelah pasukan islam di perkuat pasukan cadangan dari negri Arab di serang nya Mesir  , wilayah kekuasaan Bizantium yang di perintah oleh raja keturunan Ptolemeos.
            Islam sementara telah menguasai Arabia, Siria, Pales tina, Mesir, Mesopotamia dan persia.




B.     MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM DI ASIA AFRIKA

  1. perkembangan kebudayaan islam
kebudayaan islam bukanlah kebudayaan Arab, sebab peradaban Arab boleh di katakana tidak mempunyai apa-apa, kecuali dalam bidang bahasa ( Linguistik), yang smat masyur
setelah menaklukan daerah bulan sabit yang subur ( the fertile cerscent) dan persia kebudayaan dari daerah-daerah itu, yang telah berbentuk kebudayaan Hellenisme sangat mepengaruhi kebudayaan arab. Orang- oaring Arab mengaggumi dan macam-macam ilmu pengetahuan dari kebudayaan Hellenisme.

  1. Timbulnya Analla ( dinasti ) pada pemerintahan islam
pada massa pemerintahaan Khalifah Usman ( 644-656 ) yang di akui oleh umat islam , sifat kekuasaan arab timbul algi Usam terbunuh dalam satu pemberontakan ,Khalifh Ali ( 656-661) hanya 5 tahun memerintah dan kemudian itya pun terbunuh dalam pemberontakan muawiyah,
pusaat pemerintahaan Muawiyah ialah kota Damsik, sejak kekuassan muawiyah pengganti Khalifah di laksanakan secara turun temurun.

  1. Ekspensi islam di bawah pemerintahaan Ummayah
Penaklukkan negri-negri Siria, Irak, Parsi Mesir merupakan bapak pertama dalam ekspensi islam, Ekspensi itu terhenti untuk sementara pada massa pemerintahaan Khalifah Usman dan Ali
Dinasti Ummayah membuka lagi babak ekspansi kedua. Pasukan islam yang bergerak cepat menyebrangi sungai Oxus, di parsia yang merupakan batas antara daerah berpenduduk berbahasa parsia dengan daerah berpenduduk bahasa Turki. Kedudukan bangsa Turki meluas sampai ke Mongolia, bukhara, tasykent dan samarkan menyerah kepada kepada kekuassa islam.
Ke arah barat dinasti ummayah melanjutkan ekspensinya dari mesir, daerah Tunisia dan Maroko di pantai afrika Utara di taklikannya. Dari situ menyebabkan selat Gibraltar menaklukan sepanyol.

  1. Timbulnya Dinasti Abbasyah
Pada tahun 750 terjadi pemberontakan yang di lakukan oleh kelompok keluarga al-Abbas,  keturunan seorang paman nabi kelompok itu menamakan diri nya Abbasiyah. Abbasiyah berhasil merebut kekuassan dan melukakn pembersihaan pemerintahaan dari unsur ummayah, keluarga Abbasiyah memegang kekuassan pemerintah islam dan mendirikan ibukota baru yaitu bagdad. Seorang keturunan Ummayah melarikan diri ke sepanyol dan mendirikan kekalifahan di sana, yang di sebut khalifah kordoba . mesir memisahkan diri menjadi sebuah  kerajaan islam.yang berdiri sendiri pula.di perintah oleh keturunan Idris  termaksud keluarga nabi




DAFTAR PUSTAKA



Di susun berdasarkan kurikulum SMA (1984) dan GBPP

Drs.E.Hidayat
Drs.OMAN ABDURAHMAN,MSc.L
Drs.H.HANDI SURANDI
Drs.K.KARTASUDJANA

Penerbit LUBUK AGUNG Bandung