Selasa, 28 April 2015

ARTIKEL TENTANG HAM Kewenangan Pengadilan HAM pada Kasus Kejahatan terhadap



ARTIKEL TENTANG HAM
 Kewenangan Pengadilan HAM pada Kasus Kejahatan terhadap


Kewenangan Pengadilan HAM pada Kasus Kejahatan terhadap Kemanusiaan di Lapas Cebongan
 Pembentukan Pengadilan Hak Asasi Manusia untuk menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia yang berat telah diupayakan oleh Pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 1999 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia yang dinilai tidak memadai, sehingga tidak disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menjadi undang-undang, dan oleh karena itu Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tersebut perlu dicabut. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, dan c perlu dibentuk Undang-undang tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Pengadilan HAM berkedudukan di daerah kabupaten atau daerah kota yang daerah hukumnya meliputi daerah hukum Pengadilan Negeri yang bersangkutan. Pengadilan HAM bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat. PERKARA YANG DIPERIKSA OLEH PENGADILAN HAM Pengadilan Ham berkompeten untuk melakukan pemeriksaan terhadap perkara terjadinya kejahatan ham berat berupa kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan (Vide Pasal 7 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM). Untuk kasus terjadinya pembantaian di Laps Cebongan merupakan suatu peristiwa yang tergolong pada kejahatan terhadap kemanusiaan (Vide Pasal 9 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM). Adapun bunyi Pasal 9 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM sebagai berikut : Kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, berupa : a. pembunuhan; b. pemusnahan; c. perbudakan; d. pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa; e. perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asa) ketentuan pokok hukum intemasional; f. penyiksaan; g. perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasaan seksual lain yang setara;
ARTIKEL TENTANG HAM
 
h. penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional; i. penghilangan orang secara paksa; atau  j. kejahatan apartheid KRONOLOGIS PEMBANTAIAN DI LAPAS CEBONGAN Pada hari sabtu tanggal 23 maret 2013 sekitar pukul 01.00 wib Sekelompok orang yang tidak dikenal menemui sipir dengan membawa surat perintah yang berkop surat Polda Yogyakarta akan bertemu dengan ke-empat korban, dimana pada saat itu ditolak oleh sipir dengan alasan sudah malam, sehingga muncul kelompok bersenjata laras panjang memaksa sipir Lembaga Pemasyarakat (Lapas) untuk membukakan pintu. Mereka membawa granat dan mengancam hendak meledakkannya jika pintu tidak dibuka. Begitu sipir membuka pintu, mereka kemudian menyerbu ke dalam area Lapas, melewati lima lapis pintu penjagaan dan mencari empat tahanan di Blok Anggrek (http://www.voaindonesia.com/content/gerombolan-bersenjata-serang-lapas-yogya-4-napi-tewas/ 1627158.html). Setelah menemukan ke-empat korban, maka gerombolan orang yang tidak dikenal itu melakukan pembantaian dengan melakukan penganiayaan serta penembakan yang menyebabkan ke-empat korban meninggal dunia secara tragis. KEWENANGAN FORMIL PENYELIDIKAN KASUS Peristiwa pembantaian tersebut merupakan suatu kejahatan yang bersifat sistematis karena dimungkinkan ada suatu perencanaan yang ditunjukan oleh adanya fakta hukum terdapat dua orang oknum TNI AD yang berusaha melarang teman-temannya untuk melakukan pembantaian tersebut. Dengan adanya pelarangan ini, maka kegiatan pembantaian tahanan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sudah direncanakan sedemikian rupa sehingga adanya persiapan berupa pembagian tugas seperti : - adanya persiapan untuk memalsukan surat perintah tugas dengan membuat surat yang seolah-olah berasal dari Polda Jogyakarta. - adanya persiapan senjata yang digunakan, karena senjata dan peluru dapat dipergunakan hanya dalam pelaksanaan tugas, bukan digunakan di luar tugas dan apabila senjata tersebut tidak digunakan, maka senjata harus disimpan pada suatu gudang senjata. Peluru pun demikian, setiap menggunakan peluru harus ada suatu perintah dan setelah menggunakan peluru harus ada suatu pelaporan tentang kegiatan apa yang sudah digunakan dan berapa banyak peluru yang digunakan. - adanya perencanaan dalam pembagian tugas seperti adanya penunjukan seorang eksekutor dan adanya penunjukan oknum anggota TNI AD yang melakukan penjagaan dan adanya pembagian tugas dalam pengamanan terhadap CCTV.
https://html2-f.scribdassets.com/9i1qzto0cg405e5g/images/2-96c8f5dd89.png
 
- Adanya persiapan kendaraan, dimana kendaraan yang digunakan ini merupakan salah satu alat kejahatan yang dipergunakan untuk memudahkan terjadinya suatu kejahatan, sehingga kendaraan yang digunakan merupakan barang bukti dalam kejahatan kemanusiaan ini. - Adanya persiapan dalam penentuan waktu kegiatan kejahatan terhadap kemanusiaan. Dengan adanya pembagian tugas dan persiapan sarana serta prasarana pendukung inilah merupakan suatu rangkaian persiapan yang telah direncanakan dan sudah dipersiapkan secara sistematis. Hanya saja dalam proses penyidikan juga masih banyak lagi yang harus dikerjakan bukan hanya selesai pada suatu pengakuan. Masih banyak barang bukti dan petunjuk yang harus diolah seperti bagaimana mekanisme komando dan pengendalian, yang artinya perlu adanya pendalaman terhadap sistem pelaporan dan sarana pelaporan agar dapat diungkap secara jelas kasusnya dan bukan hanya setengah-setengah. Sehingga perlu dilakukan pendalaman terhadap alat komunikasi yang digunakan oleh Oknum pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan ini. Audit terhadap alat komunikasi ini amat penting di dalam mengungkap jelas peristiwa pidana yang terjadi. Berdasarkan atas uraian di atas maka Komnas Ham merupakan Leading sektor dalam melakukan suatu penyelidikan hal ini disebabkankarena KOMNAS HAM merupakan lembaga yang diberi kewenangan oleh Undang-Undang untuk melakukan penyelidikan terhadap terjadinya kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM yang berbunyi : (1) Penyelidikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam melakukan penyelidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat membentuk tim ad hoc yang terdiri atas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan unsur masyarakat. Dengan memahami peran, tugas dan tanggung jawab Lembaga Komnas HAM untuk melakukan kegiatan penyelidikan ini, maka sudah seharusnya Lembaga Komnas HAM melakukan tindakan penyelidikan berupa : (Vide Pasal 19 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM) a. melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam masyarakatyang berdasarkan sifat atau lingkupnya patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia yang berat; b. menerima laporan atau pengaduan dari seseorang atau kelompok orang tentang terjadinya pelanggaran hak asasi manusia yang berat, serta mencari keterangan dan barang bukti; c. memanggil pihak pengadu, korban, atau pihak yang diadukan untuk diminta dan didengar keterangannya; d. memanggil saksi untuk diminta dan didengar kesaksiannya;

REFERENSI : http://www.academia.edu/8072447/ARTIKEL_TENTANG_HAM_Kewenangan_Pengadilan_HAM_pada_Kasus_Kejahatan_terhadap

Selasa, 17 Maret 2015

SOFSKIL RINGKASAN TUGAS I SEJARAH INDONESIA DAN DUNIA



SOFSKIL
RINGKASAN
TUGAS I

  




Disusun oleh  :
Nurjanah
25112503








SEJARAH INDONESIA DAN DUNIA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015




 Jam posting : 17:47
PENGANTAR

            Ringkasan ini saya buat untuk satu pelajaran yang mengajarkan saya untuk menggunakan bahasa dan meperbaiki kata demi kata yang saya buat, karya tulis sederhana yang di ciptakan untuk mengaju kedalam ringkasan dari isi buku yang saya ambil.
            Luas materi yang saya sajikan di sesuaikan dengan jaman pelajaran yang tersedia dan selalu berpedoman kepada Tujuan instruksional Umum dalam tema penyajiannya. Sebab dan akibat yang menyebabkan terjadinya pristiwa sejarah
            Oleh sebab itu keritil-keritik dan saran yang maksud nya untuk meperbaiki amat saya harapkan, terutama dari para guru atau pengguna buku ini.
            Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Penerbit LUBUK AGUNG di bandung, yang telah menerbitkan buku ini.
            Saya mengharapkan agar buku ini berguna bagi pendidikan di negri ini.





PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA ASIA-AFRIKA


A.     PERTUMBUHAN ISLAM DI TIMUR TENGAH

  1. Tanah Arab tempat timbulnya islam
Tanah Arab yang sebagian besar terdiri atas gurun pasir merupakan daerah yang tidak cocok untuk perkembangan suatu kebudayaan. Melalui bagian tengah tanah Arab terdapat jalan dengan yang menghubungkan Mesopotamia dan Persia dengan Mesir. Untuk menghadapi serangan kaum Badawi di perjalanan , barang-barang dagangan di ankut bersama-sama dengan kafilah. Pada jalan perniagaan itu terdapat kota dagang mekkah. Dan jathrib ( Madinah ). Tanah Arab sendiri tidak memiliki barang-barang untuk di perdagangkan. Kota Mekah merupakan pusat perdagangan dengan barang-barang dari luar negri. Kota itu di dirikan pada kurang lebihtahun 400 Masehi penduduk Arab dari suku Kuraisy.


  1. Kehidupan kaum Badawi
Dalam pengembaraannya orang-orang Badawi selalu menyesuaikan diri dengan keadaan alam lingkungannya. Di mana terdapat padang rumput ke situlah mereka pergi untuk mengembalakan ternak nya, ya itu kambing dan domba. Binatang yang utama bagi orang Badawi ialah unta dan kuda , yang merupaka alat transport yang penting.tanah Arab adalah tanah yang paling kering dan panas di dunia. Sifat yang tak mengenal putus asa tahan ujianlah yang memberikan kemungkinan kepada kaum Badawi untuk mepertahankan kelangsungan hidupnya.
Tiap keluarga terikat oleh kesetiaan kepada suku nya. Andaikata ada seseorang anggota suku terbunuh, oleh anggota suku lainya, maka semua anggota suku dari pihak yang terbunuh wajib menuntut balas. Sifat kesukuan merupakan ciri kehidupan bangsa Arab, dan sifat itu pula yang membuat bangsa itu tidak dapat bersatu dan terpecah belah.
Pada orang Badawi tidak kenal adanya kemasyarakatan yang berbentuk kebangsaan. Mereka memuja dewa-dewa, di antara nya dewa-dewa al Lat, al Uzzza dan al Manat,  pemuja dewa-dewa itu pun tidak begitu di pentingkan.
Hukum yang mengatur kehidupan bermasyarakat pun tidak ada; yang ada adalah hukum rimba, yakini mereka bertindak menurut kehendak nya, yang mengakibatkan banyak pertumpahan darah , jaman itu di sebut jaman jahiliyah, yang berarti jaman kepicikan dan kebiadaban.

  1. Muhamad S.a.w Rasul Allah
Nabi Muhammad S.a.w lahir pada tahun 571 Masehi dari keluarga yang termaksud suku Kurais. Ayahnya meniggal sebelum ai di lahirkan, dan ibunya meniggalkan dia pula ketika ia baru berumur enam tahun. Kemudian dia pula ketika ia baru berumur enam tahun. Kemudian ia dipelihara oleh kakenya. Tidak banyak di ketahu masa remaja nya. Suku Kuraisy menyebut muhamad, al amin, ya itu oarang terpercaya karena kejujuranya. Pada usia 25 tahun ia menikah dengan khadijah seorang janda kaya dari suku kuraisy yang usia nya 15 tahun lebih tua dari Muhammad, pernikahan itu membawa perubahan dari Muhammad. Karna kekayaan nya, banyak waktu terulang, yang di pergunakannya untuk melakukan meditasi ( bertapa) di gua Hira. Dalam pertapaan nya Muhammad mendapatkan wahyu dari Allah. Wahyu-wahyu itu terus berdatangan walaupun tidak dalam bertapa di gua hira,. Wahyu-wahyu itu memberikan cahaya terang kepada muhammad tentang kebenaran yang hakiki. Wahyu-wahyu tersebut menjadi dasar ajaran islam, yang setelah Nabi wafat tersusun sebagai kitap Al-Qur’an.
            Muhammad menjadi Rasul Allah dan menyampaikan perintah-perintah Allah kepada kaumnya.  

  1. Perkembangan islam di Medinah
Dalam massa Medinah islam bukan hanya merupakan kekuassan agama, namun di lengkapi dengan kekuassan pemerintahan. Di Medinah mengelurkan peraturan-peraturan baik mengenaiagama maupun pemerintahan. Dari Medinah agama islam berkembangkeseluruh negri Arab,daerah-daerah Asia Barat dan Afrika Utara , warga mereka yang tetap menetang ajaran nabi Muhammad di tundukan pada tahun 630. waktu memasukai kota  Mekkah, masukan islam menghancurkan berhala-berhala. Kemudian Nabi Muhammad melakukan ibada haji nya. Di Mekkah Nabi Muhammad menerima utusan-utusan dari suku-suku yang menyatakan persahabatan dengan Nabi Muhammad , dengan alat-alat sederhana Nabi Muhammad s.a.w telah mengubah tata masyarakat Arab dari kesukuan yang terpecah belah menjadi satu bangsa ( National ) yang bersatu berlandasan agama islam. Dalam tahun islam yang ke sepuluh ( tahun 632 Masehi ) Nabi memimpin haji beliau yangterakhir dan di sebut haji pamitan.
Tiga bulan kemudian setelah kembali ke Madinah, eliau tiba-tiba jatuh sakit yang menyebakan wafat nya beliau pada tahun632.

  1. Gerakan islam di Timur Tengah
Setelah Nabi Muhamad S.a.w wafat terjadi gerakan islam yang hebat di bawah pimpinan Chulfa ar-rasyid. Kemenagan yang di dapat di bawah pimpian panglima khalid ibn-al Walid dan Amir ibn-al As sangat gemilang dan menajubkan kemenagan itu di peroleh dari ajaran yang di dapat dari Arab, siasat ini tidak di miliki oleh bangsa Romawi
Terutama di massa khalifah Abu Bakar dan Umar, kekuassan islam meluas dengan cepat, yang di jalankan berdasarkan perencanaan yang matang dan cermat.
            Pada tahun 643 tentara islam di perbatasaan india. Setelah pasukan islam di perkuat pasukan cadangan dari negri Arab di serang nya Mesir  , wilayah kekuasaan Bizantium yang di perintah oleh raja keturunan Ptolemeos.
            Islam sementara telah menguasai Arabia, Siria, Pales tina, Mesir, Mesopotamia dan persia.




B.     MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM DI ASIA AFRIKA

  1. perkembangan kebudayaan islam
kebudayaan islam bukanlah kebudayaan Arab, sebab peradaban Arab boleh di katakana tidak mempunyai apa-apa, kecuali dalam bidang bahasa ( Linguistik), yang smat masyur
setelah menaklukan daerah bulan sabit yang subur ( the fertile cerscent) dan persia kebudayaan dari daerah-daerah itu, yang telah berbentuk kebudayaan Hellenisme sangat mepengaruhi kebudayaan arab. Orang- oaring Arab mengaggumi dan macam-macam ilmu pengetahuan dari kebudayaan Hellenisme.

  1. Timbulnya Analla ( dinasti ) pada pemerintahan islam
pada massa pemerintahaan Khalifah Usman ( 644-656 ) yang di akui oleh umat islam , sifat kekuasaan arab timbul algi Usam terbunuh dalam satu pemberontakan ,Khalifh Ali ( 656-661) hanya 5 tahun memerintah dan kemudian itya pun terbunuh dalam pemberontakan muawiyah,
pusaat pemerintahaan Muawiyah ialah kota Damsik, sejak kekuassan muawiyah pengganti Khalifah di laksanakan secara turun temurun.

  1. Ekspensi islam di bawah pemerintahaan Ummayah
Penaklukkan negri-negri Siria, Irak, Parsi Mesir merupakan bapak pertama dalam ekspensi islam, Ekspensi itu terhenti untuk sementara pada massa pemerintahaan Khalifah Usman dan Ali
Dinasti Ummayah membuka lagi babak ekspansi kedua. Pasukan islam yang bergerak cepat menyebrangi sungai Oxus, di parsia yang merupakan batas antara daerah berpenduduk berbahasa parsia dengan daerah berpenduduk bahasa Turki. Kedudukan bangsa Turki meluas sampai ke Mongolia, bukhara, tasykent dan samarkan menyerah kepada kepada kekuassa islam.
Ke arah barat dinasti ummayah melanjutkan ekspensinya dari mesir, daerah Tunisia dan Maroko di pantai afrika Utara di taklikannya. Dari situ menyebabkan selat Gibraltar menaklukan sepanyol.

  1. Timbulnya Dinasti Abbasyah
Pada tahun 750 terjadi pemberontakan yang di lakukan oleh kelompok keluarga al-Abbas,  keturunan seorang paman nabi kelompok itu menamakan diri nya Abbasiyah. Abbasiyah berhasil merebut kekuassan dan melukakn pembersihaan pemerintahaan dari unsur ummayah, keluarga Abbasiyah memegang kekuassan pemerintah islam dan mendirikan ibukota baru yaitu bagdad. Seorang keturunan Ummayah melarikan diri ke sepanyol dan mendirikan kekalifahan di sana, yang di sebut khalifah kordoba . mesir memisahkan diri menjadi sebuah  kerajaan islam.yang berdiri sendiri pula.di perintah oleh keturunan Idris  termaksud keluarga nabi




DAFTAR PUSTAKA



Di susun berdasarkan kurikulum SMA (1984) dan GBPP

Drs.E.Hidayat
Drs.OMAN ABDURAHMAN,MSc.L
Drs.H.HANDI SURANDI
Drs.K.KARTASUDJANA

Penerbit LUBUK AGUNG Bandung




            

Minggu, 18 Januari 2015

Kutipan Abstrak dan daftar Pustaka



A.   KUTIPAN
1.)Pengertian kutipan
Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tentu tahu apa maksud nya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang di ambil dari beberapa suber. Proses pengambilan gasgasan itu di sebut mengutip. Gagasan itu dapat di ambil dari kamus, ensiklpedi, artikel, laporan, buku, majalah, internrt dan lain sebagian nya.

2.)Jenis- jenis kutipan
Terdapat beberapa jenis kutipan antara lain kutipan langsung dan kutipan Tidak langsung. Di sini saya akan mencoba menjelaskan jenis-jenis kutipan tersebut.

·       Kutipan Langsung adalah kutipan yang sama persis seperti kutipan aslinya, atau sumber yang kita ambil untuk mengutip. Di sini kitak sama sekali tidak boleh mengubah atau mengurangi kata atau kalimat dari sumber kalimat kita. Kalau pun ada keraguan dan kesalahan dalam kutipan yang kita ambiltersebut kita hanya dapat memendang nya dengan [sic!] yang menandakan bahwa kita mengutip langsung tanpa ada editan dan kita tidak akan bertanggung jawab jika ada kesalahan dalam kutipan yang kita ambil. Bila dalam kutipan terdapat hiruf atau kata yang salah lalu di betulkan oleh pengutip, harus di gunakan huruf siku [...]. demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan, memberi  huruf kapital, garis bawah, atau huruf miring, kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ], [ ejaan di sesuaikan dengan EYD ], dll.
·        
·       Kutipan Tidak Langsung adalah kutipan yang telah kita ringkas intisari nya dari sumber kutipan asli nya. Kutipan tidak langsung di tulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak perlu kita apit tada petik. Penyebut sumber dapat dengan sistem catatan kaki, dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti yang telah dicontohkan.
a)    Kutipan pada catatan kaki
b)    Kutipan atau ucapan lisan
c)     Kutipan dalam kutipan
d)    Kutipan langsund dalam materi

4. Contoh kutipan
Berapa cara teknik mengutip kutipan langsund dan tidak langsung diantara nya sebagai berikut :

1.    kutipan langsung
a.)  kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris:
*kutipan di integrasikan tidak lebih dari empat baris
*jarak antara baris kutipan dua sepasi
*kutipan di apit dengan tanda kutip
*sudah kutip selesai, langsung di belakang kutip dalam tanda kurung di tulis sumber dari mana kutipan itu di ambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomer halaman tempat kutipan itu di ambil.
b.) kutipan Langsung yang terdiri lebih dari 4 baris:
*kutipan di pisahkan dari teks sejarak tiga sepasi
*jarak antara kutipan satu sepasi
Kutipan di masukan 5-7 ketukan , sesuai dengan alinea teks pengarang, atau pengutip. Maka bari pertama kutipan di masukan lagi 5-7 ketukan.
*kutipan di apit oleh tanda kutip
*di belakang baris harus di beri sumber kutipan (seperti pada1)

2. kutipan tidak langsung
*kutipan di integrasikan
*Jarak antara baris kutipan sepasi rangkap
*kutipan tidak di apit tanda kutip
*sudah selesai di beri tanda kutip
3. kutip pada catatan kaki
Kutip selalu di tempatkan pada sepasi rapat. Meskipun kutipan itu singkat saja, kutipan di beri tanda kutip dalam teks asli.
4. kutipan atau ucapan lisan
    Kutipan harus di beri legalisir terlebih dahulu oleh pembicara atau sekertarisnya saja ( bila pembicara seorang pejabat ) dapat di masukan kedalam taks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.
5.kutipan dalam kutipan
  Kadang-kadang terjadi dalamkutipan terdapat lagi kutipan.
B.   ABSTRAK
PENGERTIAN ABSTRAK
Menurut american National standards institute (1979), definisi abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstarak adalah bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri dari bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.

Dua konsep utama dalam membuat abstrak:

1.    Conciseness
2.    Significance
          Fungsi
1.    Current awareness: memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang di minati, tanpa harus membaca seluruh isi dokumen.
2.    Menghemat waktu pembaca
3.    Melanjutkan membaca atau tidak
4.    Menghindari duplikasi penulisan
5.    Keyword: memudahkan dalam menyimpan elektronis
 Cara membuat
1.    Apa alasan penulis?
2.    Apa ide utama (main idea) dari penulis?
3.    Apa yang menjadi fokus penulis?
4.    Bagaimana penulis meyakinkan pembaca tentang validitas dari idea utamanya?

Contoh Abstrak  :

ABSTRAK
Dalam area persaingan kerja saat ini yang begitu pesat, suatu perusahaan harus mampu menyesauikan kondisi perusahaan dengan persaingan yang ada. Ya itu dengan mempunyai karyawan – karyawan yang berkualitas dengan keterampilan yang bisa di andalkan untuk bisa masuk dalam area globalisasi pada persaingan saat ini. Bagi perusahan yang mempunyai mutu dan kualitas yang bagus di mata masyarakat pastilah ahsil yang di capai nya itu adalah sebuah sumer daya dari keterampilan- keterampilan yang ada pada diri karyawan masing- masing . oleh karna itu apa bila perusahan ingin memiliki karyawan- karyawan yang berkualitas, peranan dalam pelatihan dalam suatu perusahaan itu sangat lah penting.

Program pelatihan merupakan salah satu unsur di dalam pengembangan karyawan. Dengan di tingkatkan nya pengetahuan dan keterampilan karyawan di harapkan mengikuti program yang telah ada dalam suatu persahaan untuk dapat menigkatkan efisiensi perusahaan.

Program pelatihan pada PT. Hutama Karya dilaksanakan nyala metode on the job training yang di laksanakan oleh perusahaan itu sendiri. Dan off the job training yang di laksanakan oleh lembaga diklat di luar perusahaan. Pelatihan yang di laksanakan oleh PT.Hutama karya ini pelatihan mengambarkan suatu hubungan utama untuk menigkatkan presentasi kerja karyawan.

Adapun kendala yang di hadapi adalah masalah dana. Dana yang di perlukan tidak sedikit, kara kebutuhan,- kebutuhan lain nya juga perlu di biayai. Perusahan mengatasinya dengan menyusun programsecara sistematik yang di dasarkan pada analisa jabatan.

C.    Daftar pustaka
1.) Pengertian daftar pustaka
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber refrensi yang kita gunakan baik tulisan atau pun katrya tulis ilmiah. Daftar pustaka bisanya berisikan judul buku-buku. Artikel-artikel, dan bhan-bahan pernerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan ( contoh nya: thesis ). Melalui daftar pustaka yang di sertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat membuat para pembaca melihat kembali ke adaan sumber asli nya.

2.) Cara membuat
 Cara membuat daftar pustaka di antara nya : nama pengarang, penerjemahan, tahun terbit, judul buku, kota terbit, dan penerbit. Selain itu ada pula contoh biasa namu tidak selalu ada, misal nya: na ma editor atau penyunting, jlit buku, edisi buku, dan anak judul. Di sebut atak ada sebab tak semua buku memiliki ini

Yang sering membingungkan kita dalam menuliskan daftar pustaka . di anara nya adalah dalam penulisan nama pengarang. Pada daftar pustaka, nama pengarang kita tuliskan terbalik ya itu nama belakang terlebih dahulu di ikuti tanda koma, (,) baru nama depan nya. Berikut ini tata cara menuliskan nama pengarang dalam daftar pustaka :

§  Nama belakang di tulis terlebih dahulu dari pada nama depan; meskipun bukan merupakan nama keluarga, misalnya: Dewi Rieka........> di tulis sebagai rieka, Dewi
§  Nama belakang yang bagian akhirnya berupa singkatan tidak di letakkan di bagian depan pembalikan .Misal: Trian Retno A....> di tulis sebagai Retno A, Triani dan bukan A Triani Reto.
3.) Contoh Daftar pustaka
a.     Buku tanpa bab
Refrensi pada bab tulisan (kutipan)
... which offered a theoretical backdrop for a number of innovative behavior modification approches (skinner, 1996).
Refrensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Skinner, B,F (1969). Contingencies of reinforcement. New york: Appleton-century- crofts.
Bremner, G, & forgel, A (Eds). (2001) Blackwell handbook of infant development. Malden, MA: Blackwell.

b.    Buku terjemahan
Refrensi pada akhir tulisan ( daftar pustaka)
Luria, A R. (1969). The mind of a menemonist (L. Solotaroff, Trans.). Newyork : Avon Books. (Original Work published 1965).