Kamis, 08 Januari 2015

Pengertian paragraf, pengembangan alenia dan contoh artike dan ide poko nya



Pengertian paragraf atau alinea

Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraf, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dankepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dlam paragraf membicarakan satu gagasan (gagasan tunggal). Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.
Dalam kenyataannya kadang – kadang kita menemukan alinea yang terdiri atas satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini wujud alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping bentuk nya yang kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu jarang dipakai dalam tulisan ilmiah. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya sudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boleh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.
·         Macam – macam alinea
1.      Alinea Pembuka
Alinea pembuka merupakan bagian daari sebuah wacana atau karangan yang paling pertama kita temui. Oleh karena itu, sebaiknya alinea pembuka itu disusun secara menarik agar memunculkan rasa ingin tahu kepada pembaca. Dalam alinea pembuka sangat diharapkan dapat membimbing para pembaca untuk memasuki suatu jalancerita atau isi dari wacana atau dengan kata lain alinea pembuka ini menyiapkan para pembaca untuk memasuki alinea isi.rumusan alinea pembuka yang baik akan menjadi pedoman untuk pengembangan karangan menuju tingkat selanjutnya. Dengan pedoman itu maka akan tercapainya suatu kepaduan pada dalam sebuah wacana atau karangan.
2.      Alinea Isi
Alinea isi merupakan suatu ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah wacana atau karangan. Oleh karena itu, alinea isi merupakan bagian yang esensial dalam suatu wacana atau karanga. Maksud nya adalah alinea isi menjelaskan dengan cara menguraikan bagian – bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskannya harus disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas – asas penalaran yang masuk akal atau logis.
3.      Alinea Penutup
Alinea penutup merupakan alinea – alinea yang mengakhiri atau menutup suatu wacana atau karangan. Alinea ini merupakan kebulatan dari masalah – masalah yang dikemukakan pada bagian wacana atau karangan sebelumnya.selain itu alinea penutup juga harus mengandung kesimpulan yang benar – benar mengakhiri uraian wacana atau karangan tersebut. Karena bertugas untuk mengakhiri suatu wacana, maka alinea penutup harus menimbulkan kesan tersendiri bagi para pembaca.

·         Syarat – syarat pembentukan alinea
1.        Kesatuan, maksudnya semua kalimat yang membuna alinea itu secara bersama – sama menyatakan satu hal tertentu.
2.        Koherensi, (kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu).
3.        Perkembangan alinea, (perkembangan alinea adalah penyusunan / perincian daripada gagasan – gagasan yang membina alinea – alinea itu).
4.        Efektif, dengan menggunakan kalimat yang efektif, maka ise akan disampaikan secara tepat.

·         Macam dan Cara Menempatkan Kalimat Topik
Ada empat jenis kesalahan yang sering dijumpai dalam merumuskan kalimat topik.
§   Pertama, rumusan kalimat topik yang berupa pernyataan topik atau masalah yang akan dibicarakan.
Contoh rumusan ini tampak seperti dibawah ini.
1)    Dibawah ini dibahas penyebab demoralisasi
Contoh kalimat diatas merupakan contoh yang berupa pernyataan topik. Kalimat topik semacam itu hendaknya diubah dengan memberi pembatas yang sesuai.
§   Kedua, kalimat topik yang terlalu luas. Rumusan kalimat topik yang terlalu luas akan mempersulit dan mempertahankam keutuhan paragraf. Dan juga akan mempersulit dalam mencari ide penjelasannya, karena memerlukan penjelas yang tidak sedikit.
Contoh rumusan kalimat topik yang terlalu luas.
1)   Kriminal merupakan masalah utama dikota besar
Rumusan kalimat topik diatas terlalu luas bila untuk menulis paragraf. Kalimat itu cocok untuk mwnulis karangan besar.
§   Ketiga, rumusan kalimat topik terlalu sempit. Akibatnya tidak ada ide penjelas yang dapat mendukung ide pokoknya. Kalimat topik itu akan berdiri sendiri tanpa kalimat pendukung.
Contohnya.
1)      Kucingku berwarna hitam.
Rumusan kalimat topik yang demikian itu termasuk rumusan yang terlalu sempit. Oleh karena itu, kalimat yang demikian itu harus dihindari, agar paragraf tidak berakhir dengan kematian penjelas.

§   Keempat, rumusan kalimat topik yang kabur. Biasanya menampilkan dua hal atau lebuh yang bertetangan (kontroversial).
Contoh rumusan yang demikian dapat diperiksa dibawah ini.
1)      Bayi tabung mempunyai banyak keuntungan, tetapi dapat mendatangkan banyak masalah.
Dalam kalimat itu terdapat dua hal yang bertentangan, sehingga tidak memperlihatkan adanya fokus pembicaraan.

Pengembangan Alinea

Jenis pengembangan alinea:

1.      Metode definisi : Memberikan penjelasan tentang pengertian / definisi suatu hal
2.      Metode proses : Berisi proses suatu kegiatan
3.      Metode contoh : Cerisi penjelas (contoh) dari penjelas dialinea sebelumnya
4.      Metode sebab akibat : Berisi sebab dan akibat pada suatu alinea. Bisa terhadap sebab terlebih dahulu setelah itu akibat atau akibat terlebih dahulu setelah itu sebab
5.      Metode umum khusus : Berisi penjelasan umum dan khusus pada suatu alinea. Bisa berisi penjelas umum terlebih dahulu setelah itu khusus atau khusus terlebih dahulu setelah itu umum
6.      Metode klasifikaasi :Berisi sebuah pernyataan dengan dilengkapi data secara urut
7.      Metode pembanding / kontras : Menggambarkan perbandingan antara dua hal.

Sumber :

contoh artikel dan ide pokoknya
Natal dan tahun baru memang masih lama. Namun, sonia sudah lebih dulu memberikan kado istimewa berupa PlayStation 4 melalui sejumlah toko elektronik dunia. Setelah lama dinanti, akhir pekan lalu Sonia secararesmi menjual PS4 dikawasan Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada)setelah mengumumkan kehadirannya dalam sebuah acara khusus. Mempunyai basis penggemar yang kuat dan persaingan ketat, tentu sajaada cerita menarik seputar penjualan perdana PS4 ini.
Kalimat utamanya adalah Sonia telah mengeluarkan produk barunya (PS4)
Ide pokoknya adalah Sonia mempunyai penggemar dan saingan yang sangat ketat.

Senin, 03 November 2014

ucapan,ejaan,kata dan jenis-jenis kata



1.      Ucapan dan Ejaan

·         Ucapan
Bahasa Indonesia bagi sebagian besar penuturnya adalah bahasa kedua.
Para penutur yang berbahasa Indonesia, bahasa Indonesia mereka terpengaruh
oleh bahasa daerah yang telah mereka kuasai sebelumnya. Pengaruh itu dapat
berkenaan dengan semua aspek ketatabahasaan. Pengaruh yang sangat jelas ialah
dalam bidang ucapan. Pengaruh dalam ucapan itu sulit dihindarkan dan menjadi
ciri yang membedakan ucapan penutur bahasa Indonesia dari daerah satu dengan
daerah yang lain. Sering dengan mudah kita dapat menentukan daerah asal
seorang penutur berdasarkan ucapan bahasa Indonesianya.
 
·         Ejaan

1. Pengantar
Ejaan penting sekali artinya dalam  kaitannya dengan penggunaan bahasa
Indonesia produktif tulis. Dalam tulis-menulis orang tidak hanya dituntut untuk
dapat menyusun kalimat dengan baik, memilih kata yang tepat, melainkan juga
mengeja kata-kata dan kalimat tersebut sesuai dengan ejaan yang berlaku. Dalam
surat-surat pribadi dan kalimat catatan harian misalnya, ketaatan dalam EYD tidak
mutlak. Dalam karangan ilmiah, dalam makalah, dan dalam surat-surat perjanjian,
kaidah ejaan harus betul-betul ditaati. 
Sebelum, EYD diumumkan, dalam tulis menulis dipergunakan Ejaan
Soewandi atau ejaan Republik. Ejaan tersebut diumumkan berlakunya terhitung
mulai 19 maret 1947. sebelum ejaan Soewandi berlaku Ejaan Van Ophuysen yang
ketentuannya dimuat dalam Kitab Logat Melajoe yang disusun dengan bantuan
Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’Mur dan Muhammad Taib Soetan Ibrahim.
Ejaan  ini dinyatakan mulai berlaku sejak tahun 1901, sebelum ejaan Van
Ophuysen berlaku dalam tulis menulis  dalam bahasa Melayu, digunakan huruf   2
Jawi atau Arab Melayu dan juga dengan huruf Latin dengan ejaan yang tidak
teratur.

·         Fungsi dan tanda baca
1. Tanda titik (.)
Fungsi dan pemakaian tanda titik:
  • Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan,
  • Diletakan pada akhir sinkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan,
  • Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum,
Contoh :
  • Menggunakan tanda baca dengan benar agar tidak terjadi kesalah pahaman.
  • Dr. Adit senang mengobati orang sakit.
  • Kutipan menarik itu diambil dari hlm 5 dan 8. 
2. Tanda Koma (,)
Fungsi dan pemakaian tanda koma antara lain:
  • Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang,
  • Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat,
  • Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dakam kalimat, dll.
Contoh :
  • Studio tersebut tersedia berupa gitar, drum dan bass.
  • Apabila keliru memilih bidang spesialisasi, usaha tidak dapat melaju. 
  • “Jangan buang sampah sembarangan,” kata Rudi.
3. Tanda Seru (!)
Fungsi dan pemakaian tanda seru :
  • Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh :
  • Jangan letakan benda itu di depan saya !
4. Tanda Titik Koma (;)
Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
  • Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara
  • Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
  Contoh :
  • Hari makin sore; kami belum selesai juga. 
  • Desi sibuk bernyanyi; ibu sibuk bekerja di dapur; adik bermain bola. 
5. Tanda Titik Dua (:)
Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut
  • Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
  • Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
  • Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan
Contoh :
  • Fakultas Ekonomi UPN Jogja memiliki tiga jurusan: Akuntansi, Managemen, dan Ilmu Ekonomi. 
  • Project By: Alland Project
2.      Kata dan Pilihan  Kata

·         Pengertian kata
Dikehidupan sehari-hari kita selalu berbicara, disetiap pembicaraan kita pasti kita mengeluarkan kata-kata. nah apasih arti dari 'KATA' itu?
Pengertian kata atau definisi kata secara sederhana adalah sekumpulan huruf yang mempunyai arti. Namun kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) memiliki “cara tersendiri” dalam mendefisikan “kata”. Pertama, pengertian kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat di gunakan dalam berbahasa. Pengertian kata juga sebanding dengan pengertian ujar atau bicara.
Kata adalah sederetan huruf yang diapit dua spasi dan mempunyai arti. Menurut Bloomfield (dalam Chaer, 1994:163), “kata adalah satuan bebas terkecil (a minimal free form).” Contoh kata, kumbang, hinggap, dan bunga.
Jika ditinjau dari segi bahasa, pengertian kata adalah morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas. Atau dengan definisi lain, sebuah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal (misalnya gelas, handuk, gembira) atau gabungan morfem (misalnya pendatang, pembuat, mahakuasa)

sumber : http://kangmoes.com/artikel-tips-trik-ide-menarik-kreatif.definisi/pengertian-kata.html

·         Jenis – jenis kata
1. Kata Kerja (Verba)
Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan perbuatan atautindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat.Kata kerja pada umumnya berfungsi sebagai predikat dalam kalimat.
Ciri kata kerja:
1. Dapat diberi aspek waktu, seperti akan, sedang, dan telah
    Contoh: akan mandi, akan tidur, sedang makan, telah pulang
2. Dapat diingkari dengan kata tidak
    Contoh: tidak makan, tidak tidur.
3. Dapat diikuti oleh gabungan kata dengan + KB/KS
    Contoh: Pergi dengan adik, menulis dengan cepat.
Macam-macam kata kerja (verba):
a. Verba dasar bebas, seperti: duduk, makan, mandi, minum, pergi, pulang, tidur
b. Verba turunan, terdiri atas:
1. Verba berafiks:
Contoh: ajari, bernyanyi, bertaburan.
2. Verba bereduplikasi:
Contoh: bangun-bangun, ingat-ingat, makan-makan, marah-marah.
c. Verba berproses gabung:
Contoh:  bernyanyi-nyanyi, tersenyum-senyum, makan-makan.
d. Verba majemuk :
Contoh:  cuci mata, campur tangan, unjuk gigi.
e. Verba transitif (kata kerja yang membutuhkan objek)
Contoh :  -  Saya menulis surat.
                                 S         P           O
                -   Adik membeli balon.
                                    S           P          O
f. Verba intransitif (kata kerja yang tak memerlukan objek)
Contoh :   -  Mereka duduk di taman.   
                                    S           P               K
                             -  Anak-anak itu bersepeda di sepanjang pantai.
                                     S                       P                    K
                             -   Adik sedang mandi.
                                    S               P

2. Kata Sifat (Adjektiva)
Kata sifat atau adjektiva adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan watak, dan tabiat orang/binatang/ benda.Kata sifat umumnya berfungsi sebagai predikat, objek dan penjelas subjek.
Ciri-ciri kata sifat:
1. Dapat diberi keterangan pembanding lebih, kurang, dan paling
            Contoh:  lebih indah, kurang bagus, paling kaya.
2. Dapat diberi keterangan penguat: sangat, amat, benar, terlalu, dan sekali
            Contoh: sangat senang, amat keras, mahal benar, terlalu berat, sedikit sekali.
3. Dapat diingkari dengan kata tidak
Contoh: tidak benar, tidak halus, tidak sehat, dan sebagainya.
Macam-macam adjektiva:
a.  Ajektiva dasar, seperti  adil, afdol, bangga, baru, cemas, disiplin, anggun, bengkak.
b. Adjektiva turunan terdiri atas:
1. adjektiva berafiks
            contoh: terhormat, terindah, kesakitan, kesepian, keinggris-inggrisan.
 2. adjektiva bereduplikasi
            contoh:  muda-muda, elok-elok, cantik-cantik.
3. adjektiva berafiks –i, -wi, -iah
contoh:  abadi, duniawi, insani, ilmiah, rohaniah, surgawi.
  1.  Adjektiva deverbalisasi, misalnya:  melengking, terkejut, menggembirakan, meluap.
  2.  Adjektiva denominalisasi, misalnya: berapi-api, berbudi, budiman, kesatria, berbusa.
  3.  Adjektiva de-adverbialisasi, misalnya : bersungguh-sungguh, berkurang, bertambah.
  4.  Adjektiva denumeralia, misalnya: manunggal, mendua, menyeluruh.
  5.  Adjektiva de-interjeksi, misalnya: aduhai, sip, asoy.
  6.  Adjektiva majemuk, misalnya: panjang tangan, buta huruf, lupa daratan, tinggi hati.
  7. Adjektiva eksesif (berlebih-lebihan), misalnya :alangkah gagahnya, bukan main kuatnya, Maha kuasa.3. Kata Keterangan (Adverbia)
  8. Kata keterangan atau adverbia adalah kata yang memberi keterangan
  9. pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat.

3. Kata Keterangan (Adverbia)
 Macam-macam adverbia:
  1. Adverbia dasar bebas, misalnya: alangkah, agak, akan, amat, nian, niscaya, tidak, paling,
pernah, pula, saja, saling.
b.  Adverbia turunan terbagi atas:
1.  Adverbia reduplikasi, misalnya: agak-agak, lagi-lagi, lebih-lebih,paling-paling.
2.  Adverbia gabungan, misalnya: belum boleh, belum pernah, atau tidak mungkin.
3.  Adverbia  yang berasal dari berbagai kelas, misalnya: terlampau, agaknya, harusnya,
     sebaiknya, sebenarnya, secepat-cepatnya.

4.  Kata Benda (Nomina), Kata Ganti (Pronomina), Kata Bilangan (Numeralia)
a.  Kata Benda (Nomina)
Kata benda atau nomina adalah kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak).Kata benda berfungsi sebagai subjek, objek, pelengkap, dan keterangan.
Ciri-ciri kata benda:
1. Dapat diingkari dengan kata bukan.
Contoh : bukan gula, bukan rumah, bukan mimpi, bukan pengetahuan.
2. Dapat diikuti dengan gabungan kata yang + KS (kata sifat) atau yang sangat + KS
Contoh : buku yang mahal, pengetahuan yang sangat penting, orang yang baik.
Macam-macam nomina:
  • Nomina bernyawa, misalnya: Umar, Abdullah, nenek, nona, ayah, kerbau, ayam.
  • Nomina tak bernyawa, misalnya: nama lembaga, hari, waktu, daerah, bahasa.
  • Nomina terbilang, misalnya: kantor, rumah, orang, buku.
  • Nomina tak terbilang, misalnya: udara, kebersihan, kemanusiaan.
  • Nomina kolektif, misalnya: cairan, asinan, buah-buahan, kelompok.
  • Nomina ukuran, misalnya: pucuk, genggam, batang, kilogram, inci.
  • Nomina dari   proses nominalisasi, misalnya: keadilan, kenaikan, pembicara, pemotong, anjuran, simpulan, pengumuman, pemberontakan.
  • Nominalisasi dengan  si dan  sang, misalnya: si kecil, si manis, sang kancil, sang dewi.
  • Nominalisasi dengan  yang, misalnya: yang lari, yang berbaju, yang cantik.
b. Kata Ganti (Pronomina)
Kata ganti atau pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacupada nomina lain.  Pronomina berfungsi untuk mengganti kata benda ataunomina.
Macam-macam pronomina:
      Ada tiga macam pronomina dalam bahasa Indonesia, yakni (1)  pronominal persona, (2)  pronomina penunjuk  (3)  pronomina penanya.

1. Pronomina Persona
  • Pronomina reduplikasi, misalnya: kita-kita, dia-dia, dan beliau-beliau.
  • Pronomina berbentuk frasa, misalnya: kamu sekalian, aku ini, dia itu.
  • Pronomina takrif, terbatas pada pronomina persona (orang) misalnya:
  • Pronomina persona I (kata ganti orang I) : saya, aku (tunggal),
  • dan kami, kita (jamak)
  • Pronomina persona II (kata ganti orang II) : kamu, engkau, Anda (tunggal), dan kalian, Anda sekalian (jamak)
  • Pronomina persona III (kata ganti orang III) : ia, dia, beliau (tunggal), dan mereka (jamak)
  • Pronomina tak takrif, tidak menunjuk pada orang atau benda tertentu, misalnya : sesuatu, seseorang, barang siapa, siapa, apa-apa, anu, dan masing-masing sendiri.
2. Pronomina Penunjuk
Pronomina Penunjuk dalam bahasa Indonesia ada tiga macam.
  • Pronomina penunjuk umum: ini, itu, dan anu.
  • Pronomina penunjuk tempat: sini, situ, atau sana.
  • Pronomina penunjuk ihwal: begini dan begitu.
Pronomina Penanya :
Pronomina penanya adalah pronomina yang dipakai sebagai pemarkah pertanyaan.Contoh:  siapa, apa, mana, mengapa, kapan, dimana, bagaimana, dan berapa.
c. Kata Bilangan (Numeralia)
Kata bilangan atau numeralia adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang, binatang, dan benda.
Numeralia utama (kardinal), terdiri atas:
  • Bilangan penuh, misalnya: satu, dua, tiga, puluh, ribu, juta.
  • Bilangan pecahan, misalnya: sepertiga, duapertiga, lima perenam.
  • Bilangan gugus, misalnya: selikur (21), lusin, gros, kodi, atau ton.
  • Numeralia tingkat, yaitu numeralia yang menunjukkan urutan atau struktur
Misalnya:  pertama, kesatu, kedua, keempat, ketiga belas.
 Numeralia kolektif, numeralia yang terbentuk oleh afiksasi, misalnya :  ketiga (ke + Num),
 ribuan, ratusan (Num + -an), beratus-ratus, dan bertahun-tahun (ber- + Num)

5.  Kelompok Kata Tugas
Kata tugas terdiri atas:
a. Kata Sandang (Artikel)
Kata sandang atau artikel adalah kata yang mendampingi kata benda atau yang
membatasi makna jumlah orang atau benda.
Macam-macam artikel:
a). Artikula/artikel bermakna tunggal, misalnya: sang guru, sang suami, sang juara.
b). Artikula/artikel bermakna jamak, misalnya: para petani, para guru, para ilmuwan.
c). Artikula/artikel bermakna netral, misalnya: si hitam manis, si dia, si terhukum.
d).Artikula/artikel bermakna khusus, misalnya: Sri Baginda, Sri Ratu, Sri Paus (gelar
     kehormatan),  Hang Tuah, dan Dang Halimah (panggilan pria dan wanita dalam sastra
     lama)
b. Kata Depan (Preposisi)
Kata depan atau preposisi adalah kata yang selalu berada di depan kata benda, kata sifat, atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata depan(frasa preposisional).
Macam-macam preposisi:
a). Preposisi dasar, misalnya:  di , ke, dari, akan, antara, kecuali, bagi, dalam, daripada, tentang, pada, tanpa, untuk, demi, atas, depan, dekat.
b). Preposisi turunan, terdiri atas:
(a). gabungan preposisi dan preposisi, misalnya : di depan, ke belakang, dari muka.
(b). gabungan  preposisi + preposisi +  non-preposisi, misalnya : di atas rumah, dari
       tengah-tengah kerumunan.
(c). gabungan preposisi + kelas kata + preposisi + kelas kata, misalnya dari rumah ke
       jalan, dari Bogor sampai Jakarta, dari pagi hingga petang.
(d).  Preposisi yang menunjukkan ruang lingkup, misalnya sekeliling, sekitar, sepanjang,
      seputar.
c. Kata Hubung (Konjungsi)
Kata hubung atau konjungsi adalah kata yang  berfungsi menghubungkan dua kata atau dua kalimat.
Macam-macam konjungsi:
  • Konjungsi penambahan, misalnya: dan, dan lagi, tambahan lagi, lagi pula.
  • Konjungsi urutan, misalnya: lalu, lantas, kemudian, setelah itu.
  • Konjungsi pilihan, misalnya: atau
  • Konjungsi perlawanan, misalnya:  tetapi, sedangkan, namun, sebaliknya, padahal.
  • Konjungsi menyatakan waktu, misalnya: ketika, sejak, saat, dan lain-lain
  • Konjungsi sebab-akibat, misalnya: sebab, karena, karena itu, akibatnya dan lain-lain
  • Konjungsi persyaratan, misalnya: asalkan, jikalau, kalau, dan lain-lain
  • Konjungsi pengandaian, misalnya: andaikata, andaikan, seandainya, seumpamanya.
  • Konjungsi harapan/tujuan, misalnya: agar, supaya, hingga.
  • Konjungsi perluasan, misalnya: yang
  • Konjungsi pengantar objek, misalnya: bahwa
  • Konjungsi penegasan, misalnya: bahkan dan malahan
  • Konjungsi pengantar wacana, misalnya: adapun, maka, jadi.


Minggu, 19 Oktober 2014

TUGAS I

I A.PERAN DAN FUNGSI BAHASA
                Secara umum bahasa di definisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang di hasilkan alat ucap manusia. Sebagai mana kita ketahui bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata-kata.
            Masing-masing memiliki makna yaitu hubungan abstrak kata sebagi lambang dengan objeck atau konsep yang di wakili kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa di susun secara alfabetis. Atau menurut urutan abjat di sertai perjalanan artinya dan kemudian di bukakan menjadi sebuah kamus atau leksikon.
            Pada waktu kita berbicara atau menulis kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitu saja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengikuti gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memiliki kata-kata yang tepat dan juga tersusun dengan aturan bahasa.
            Pada bab berikut nya, sehubung dengan tata bahas akan kita bicarakan secara terperinci fonologi, morfologi, sintaksis semantik dan etimologi. Fonologi ialah bagian tata bahasa yang membahas atau mepelajari bunyi bahasa. Morfologi mepelajari proses pembentuk bahasa secara gramatikal beserta unsur-unsur dan bentuk-bentuk kata. Sintaksis membicarakan komponen-komponen kalimat dan proses pembentukan nya. Bidang ilmu bahasa yang mempelajari bahasa asal-usul bentuk kata adalah etimologi.
B.FUNGSI BAHASA
            Fungsi bahsa seperti yang di sebutkan di atas adalah sebagai alat komunikasi atau sarana untuk menyampaikan informasi ( Fungsi informatif ) tapi bahasa pada dasar nya lebih dari alat penyampaian informasi. Tetapi bahsa pada dasar nya lebih dari sekedar alat untui menyampaikan informasi atau mengutarakan pikiran, perasaan atau gagasan karna bahsa berfungsi:
A.      Tujuan peraktis mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari
B.       Untuk tujuan artistik manusai mengelolah dan menggunakan bahsa dengan seindah-indah nya guna pemuasan rasa estetis manusia.
C.      Sebagia kunci mempelajari pengetahuan lain. Di luarpengetahuan kebahasaan
D.     Untuk mempelajari naska-naska tua guna mengetahui latar belakan sejarah manusia.


            selama adat isti ada, serta perkembangan bahasa itu sendiri ( tujuan filogis ). Di katakan oleh para ahli budaya dan berperadaban. Dengan bahas kita membina hubungan dan kerja sama mengadakan transaksi, dan mengadakan kegiatan sosaial dengan bidan kita masing-masing. Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari ini dan merencanakan masa depan jika di katakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi yang bersangkutan dengan bidang studi nya agar lulus dan sukses. Seorang dokter juga sama ia memerlikan informasi tentang kondisi fisik dan pisikis pasiennya agar dapat menyembuhkan nya dengan segera. Inilah fungsi berbahasa baik dalam kehidupan sehari-hari dan banyak lain nya

C. APAKAH BAHSA DAPAT MEMPENGARUHI PRILAKU MANUSIA

            Tentu saja bahasa dapat mempengaruhi prilaku manusia. Mengapa dikatakan seperti itu? Karna fungsi dan peranan bahasa sendiri  dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai alat komunikasi. Alat interpetasi dari serta ekspresi diri.
            Mengapa bahsa di sebut alat komunikasi? Karna dalam kehidupan sehari-hari kita membutuhkan sesuatu yang dapat di gunakan untuk dapat berbicara terhadap orang banyak yaitu alat komunikasi yang sangat baik untuk menyampaikan sesuatu maksud kepada orang lain. Dengan berbahas yang baik dan benar serta penyampaian yang sopan di sertai intonasi yang sopan akan membuat orang lain yang mendengar menjadi paham dan mengerti maksud dan tujuan kita menyampaikan sesuatu. Dengan berkomunikasi yang baik dengan orang lain secara tidak langsung akan menujukan pada orang lain bahwa kita mempunyai prikau yang baik seperti sopan santun.

II B.RAGAM DAN LARAS BAHAS

·         Pengertian ragam dan laras bahasa
Secara umum pengertian ragam dan bahasa adalah satu poin-poin atau susunan-susunan kata-kata demi kata-kata yang lebih spesifik dalam menyampaikan maksud dan tujuan setiap orang

·         Contoh Ragam + Laras di lingkungan sekitar
Ketika dalam dialog antara sesorang Guru dan Siswa

Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?
Rino : Sudah saya kerjakan pak !
Pak guru : baikllah kalau begitu segera di kumpulkan .
Rino : Terim kasi pak !

SUMBER : http//:anjar pras .blogspot.com/11/10/peranan dan fungsi bahasa indonesia.html.
                 http//:wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/peranan-dan-fungsi bahasa.
     http//:rohmzoom.blogspot.com/2013/12ragam-dan-laras-bahasa.html?m=1s